
Surabaya, (bisnisnasional.com) – ISOPLUS, merek minuman isotonik produksi WINGS Food, kembali menggelar Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 di area Balai Kota Surabaya. Memasuki tahun ketiga, ajang ini diikuti hampir 11.000 pelari dari Surabaya, berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara, meningkat dari sekitar 9.000 peserta pada 2025. Dengan kategori Full Marathon 42,195K, Half Marathon 21K, 10K, 5K, dan Kids Dash, sebanyak 38,89% peserta berasal dari luar Surabaya. Konsep “Complete Running Experience” juga diwujudkan melalui program 21 Weeks Training yang mencakup latihan fisik, edukasi nutrisi, serta strategi hidrasi bagi pelari pemula hingga profesional.
ISOPLUS menyediakan edukasi nutrisi dan hidrasi yang optimal. Untuk memperkecil risiko cedera dan menekankan pengalaman lari yang menyenangkan, ISOPLUS tidak hanya hadir mendampingi peserta saat perlombaan, tetapi melangkah bersama para pelari sejak awal masa persiapan melalui edukasi fisik, nutrisi, dan kecukupan cairan yang menyeluruh.
“Kami menggandeng professional running coach serta sports nutritionist yang bersedia menyediakan edukasi yang dapat diaplikasikan baik untuk persiapan race maupun gaya hidup sehari-hari,” ujar Joshua Gunawan, selaku Head of Ready to Drink Beverages WINGS Food.

Demi keselamatan peserta, penyelenggara melakukan pemantauan kondisi cuaca menggunakan indikator Wet Bulb Global Temperature (WBGT), yang diperbarui melalui media sosial dan weather flag di race central. Saat flag off Marathon pukul 04.00, suhu tercatat 26,1°C dengan kelembapan 86,6%, kemudian turun menjadi 23,1°C saat Half Marathon dan kategori 10K serta 5K. Namun, kondisi berubah drastis menjelang siang.
Kecepatan angin rata-rata 5 km/jam dan kelembapan antara 70-84%, dan kualitas udara ada di antara 95-103, tetapi menuju siang turun menjadi 73, itu bagus banget. Tetapi alam punya catatan sendiri untuk kita, pada pukul 08.25, WBGT menunjukkan suhu antara mulai pukul 08.00 di 33-36 derajat C, apabila kita merujuk pada peraturan World Athletic, 33 derajat lomba lari harus dihentikan.
Tetapi karena kita berada di iklim tropis kita terbiasa untuk lari di cuaca panas. Kita tunggu beberapa waktu, tetapi kurang dari 10 menit, suhu melonjak ke 42-44 derajat celcius bahkan sampai ke 48 derajat celcius. Sehingga saya berkoordinasi dengan Running Doctors, dan Koordinator Medis, untuk keselamatan semuanya maka lomba kami hentikan.
“Kami melakukan tindakan evakuasi untuk para pelari, tetapi apabila ingin melanjutkan perjalanan silahkan berjalan kaki (tidak lari), fasilitas water station tetap kita sediakan. Mereka tetap tiba di garis finish sebagai finisher, mendapatkan medali dan jaket finisher, karena bukan kesalahan pelari tapi kondisi yang tidak memungkinkan,” ujar Safrita Aryana selaku Race Director ISOPLUS Run Series 2026.

Selain mendorong gaya hidup aktif, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 turut memberikan dampak ekonomi bagi Kota Surabaya. Kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEP FEB) Universitas Airlangga mencatat total dampak output ekonomi mencapai Rp74,78 miliar, sementara kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya diperkirakan sebesar Rp41,47 miliar. Selain perputaran aktivitas kegiatan ekonomi, kajian LPEP FEB Universitas Airlangga juga mengestimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar Rp 41,47 Miliar. Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja.
“Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan olahraga berskala besar berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujar Atik Purmiyati, Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Universitas Airlangga.
Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi penyelenggaraan event yang dinilai turut memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi olahraga sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal. Diadakannya kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa menimbulkan efek ekonomi dengan menaikkan PAD kota Surabaya. Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari acara ini sangat berdampak nyata, tidak hanya menghidupkan sektor transportasi dan perhotelan, tetapi juga membawa berkah dan transaksi lanjutan bagi para pelaku UMKM lokal.
“Kami sangat mengapresiasi ISOPLUS atas sinergi yang memajukan masyarakat Surabaya ini. Semoga tahun depan lebih baik lagi, mungkin tidak hanya 1 hari tetapi 2 hari seperti yang terjadi di kota lain,” ujar Eri Cahyadi.
Sejumlah pelari juga mencatatkan prestasi terbaik, di antaranya Imanuel Hutasoit dan Inarotul Carifah sebagai juara Full Marathon putra dan putri, Ibnu Sidik dan Nefriana Ariance D di Half Marathon, Luqmanul Hakim dan Marhaendrassiwi di 10K, serta Dafid Sandi Eka P dan Novia Nirwani di kategori 5K.
Komitmen terhadap keberlanjutan turut menjadi bagian dari penyelenggaraan melalui kampanye #PilahDariSekarang bersama Yayasan WINGS Peduli. Sebanyak 28 tempat sampah terpilah organik dan anorganik disediakan di area race village, sementara papan daur ulang dari 200 ribu tutup botol ISOPLUS dan AQUVIVA digunakan sebagai bagian dari fasilitas acara. Sampah yang terkumpul kemudian dikelola dan didaur ulang melalui TPS 3R bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Surabaya.
Di sisi lain, PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Bank MAS) yang memasuki tahun ketiga sebagai sponsor utama ISOPLUS Run menghadirkan berbagai aktivitas bagi peserta, termasuk kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mendorong penggunaan QRIS serta lelang running gear. Kolaborasi bersama ISOPLUS Run menjadi bagian dari upaya Bank MAS untuk semakin dekat dengan komunitas yang aktif sekaligus menghadirkan layanan finansial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui semangat #JadiAndalan, kami ingin terus menjadi mitra finansial yang dapat diandalkan dalam mendukung masyarakat mencapai berbagai tujuan,” ujar Ho Danny Hartono, Direktur Utama Bank MAS.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini