PRAMITA Surabaya Deteksi Sleep Apnea dengan Polisomnografi

PRAMITA Surabaya Deteksi Sleep Apnea dengan Polisomnografi 1
Tenaga medis PRAMITA Surabaya menjelaskan penggunaan alat Polysonografi kepada pasien sebagai langkah deteksi dini Obstructive Sleep Apnea

Surabaya, (bisnisnasional.com) – PRAMITA Surabaya menghadirkan layanan pemeriksaan polisomnografi sebagai langkah deteksi dini gangguan tidur Obstructive Sleep Apnea (OSA), kondisi yang kerap tidak disadari masyarakat namun dapat berdampak serius terhadap kesehatan.

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kebiasaan mendengkur hingga henti napas berulang saat tidur. Kondisi ini menyebabkan kualitas istirahat menurun dan tubuh mengalami kekurangan oksigen.

Andini Ekawati, perwakilan PRAMITA Surabaya, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya sleep apnea karena gejalanya sering dianggap hal biasa.

“Orang sering tidak tahu sleep apnea itu apa. Tapi biasanya sadar kalau dirinya ngorok. Padahal pasien sleep apnea umumnya mengalami dengkuran keras, bangun tidur tidak segar, mudah mengantuk, bahkan pusing saat pagi hari,” ujar Andini.

Ia menambahkan, penderita sleep apnea kerap merasa sudah tidur cukup lama, namun kualitas tidurnya sebenarnya buruk. Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah dan mudah mengantuk meski aktivitas baru dimulai sejak pagi hari.

Meski sering dianggap sepele, kebiasaan mendengkur yang terjadi terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan. Mengenali tanda-tanda sleep apnea sejak dini dapat membantu mencegah risiko gangguan kesehatan yang lebih serius sekaligus menjaga kualitas tidur tetap optimal.

Lebih lanjut, Andini menjelaskan bahwa sleep apnea dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, stroke, diabetes, hingga gangguan jantung. Risiko tersebut tidak hanya dialami oleh orang dengan berat badan berlebih, tetapi juga mereka yang memiliki struktur saluran napas sempit.

PRAMITA Surabaya Deteksi Sleep Apnea dengan Polisomnografi 2
Pemeriksaan polisomnografi di PRAMITA Surabaya membantu mendeteksi sleep apnea sejak dini melalui pemantauan kondisi tubuh selama tidur

Untuk membantu mendeteksi kondisi tersebut, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan alat Sleep Diagnostic Test melalui metode polisomnografi yang kini tersedia di PRAMITA Surabaya. Alat ini dipasang saat pasien tidur untuk memantau pola napas, kadar oksigen, detak jantung, hingga frekuensi henti napas selama malam hari.

“Pemeriksaan dilakukan agar tingkat keparahan sleep apnea bisa diketahui sehingga penanganannya lebih tepat,” jelas Andini.

Sebagai informasi, berikut beberapa gejala Apnea yang perlu diwaspadai, antara lain dengkuran keras atau ngorok terus-menerus saat tidur. Bangun tidur terasa tidak segar dan tubuh tetap lelah. Mudah mengantuk pada pagi atau siang hari. Sering mengalami pusing setelah bangun tidur. Terjadi henti napas berulang saat tidur tanpa disadari.

Sleep apnea juga berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke apabila tidak ditangani dengan baik.  (in)

Check Also

Program PEGAS Sukses Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting di Jember 6

Program PEGAS Sukses Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting di Jember

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses