Iklan Baris Anda

Dukung KTT G20, PLN Pastikan Keandalan Sistem Suplai Listrik ke Bali

PLN selalu melakukan pemantauan terkait keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung G20

Banyuwangi, (bisnisnasional.com) – Sebagai komitmen dukungan penuh pada rangkaian kegiatan internasional KTT G20 yang sudah mulai berlangsung, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Timur dan Bali (UIT JBM) mendampingi Executive Vice President Transmisi Jawa Madura Bali, Eko Yudo Pramono, melakukan pengecekan pada lokasi-lokasi yang menjadi jalur utama suplai listrik ke Pulau Bali, Kamis (14/7).

Sebesar 30% energi listrik di Bali, merupakan suplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton yang dialirkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan diteruskan menggunakan Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) Ketapang.

Pihaknya selalu melakukan pemantauan terkait keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung G20 ini. Kesuksesan dalam perhelatan internasional tersebut salah satunya adalah suplai listrik yang tidak mengalami gangguan. “Sejak awal Juni kemarin kami sudah melakukan pemeliharaan dari Jaringan Transmisi, Gardu Induk serta Cable Head,” terangnya.

Lebih lanjut, Eko mengatakan bahwa PLN juga telah melakukan peremajaan material yang sudah tidak optimal pada sistem Tegangan Tinggi. Keandalan sistem adalah yang utama untuk penyaluran listrik ke Bali tetap maksimal. “Kami juga terus melakukan koordinasi dengan para stakholder untuk melakukan penjagaan pada infrastruktur PLN agar terhindar dari gangguan eksternal, seperti layang-layang,” imbuhnya.

Sementara itu General Manager PLN UIT JBM, Didik F. Dakhlan menambahkan, untuk saat ini suplai listrik ke Bali mencapai 270 MW. Beban puncak di Bali saat ini mencapai 765 MW, dalam kegiatan G20 nanti pasti akan meningkat. “Kami terus mengantisipasi kemungkinan yang kerapkali menjadi penyebab-penyebab terjadinya gangguan, karena suplai listrik dari sistem Jawa Timur ke sistem Bali ini sangat penting,” ujar Didik.

Dengan kontinuitas penyaluran listrik yang andal, sistem kelistrikan di Bali sangat terbantukan. Dikarenakan qpabila terjadinya gangguan pada sistem Paiton – Banyuwangi, dalam satu hari PLN mengeluarkan biaya sekitar 13 miliar untuk mengoperasikan pembangkit berbahan bakar solar.  (in)

 

Check Also

Citilink-JNE Kolaborasi Program Loyalty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.