Sari Redjeki, 23 Tahun Setia Pakai Telkomsel

Sari Redjeki, 23 Tahun Setia Pakai Telkomsel 1
Media Relations PT United Komunikasi Mandiri, Sari Redjeki Iskandar sedang membuka aplikasi My Telkomsel di ponselnya

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Bagi sebagian orang, berganti operator komunikasi seluler mungkin menjadi hal yang biasa. Namun ada sebuah cerita menarik saat tim bisnisnasional.com mewawancarai narasumber seorang Media Relations PT United Komunikasi Mandiri yakni Sari Redjeki Iskandar. Dari sinilah ia menceritakan pengalaman panjang menggunakan satu brand saja yakni Telkomsel.

Sejak pertama kali memiliki telepon genggam (HP/ponsel) pada tahun 2003 silam Sari, sapaan akrabnya tetap setia menggunakan Telkomsel hingga sekarang.

Keputusannya memilih Telkomsel saat itu bukan tanpa alasan. Pada awal tahun 2000-an, pilihan operator seluler belum sebanyak saat ini. Di tengah keterbatasan tersebut, Sari melihat Telkomsel sebagai pilihan yang menjanjikan.

“Waktu itu operator seluler belum banyak ya. Internet dan teknologi HP pun belum canggih seperti saat ini. Alasan saya memilih Telkomsel karena merupakan perusahaan milik pemerintah, jadi saya beranggapan jaringannya akan menjangkau hingga pelosok dan kualitas sinyalnya lebih baik,” ujarnya.

Keyakinan tersebut ternyata terbukti. Selama lebih dari dua dekade menggunakan layanan Telkomsel, Sari mengaku hampir tidak pernah mengalami kendala yang berarti. Baginya, kualitas jaringan menjadi faktor utama yang membuatnya tetap bertahan.

Menurutnya, keunggulan Telkomsel paling terasa ketika berada di daerah yang jauh dari pusat kota. Saat pengguna operator lain mulai kesulitan mendapatkan sinyal, layanan yang digunakannya masih dapat diandalkan untuk berkomunikasi.

“Sering kali ketika teman-teman yang menggunakan operator lain mulai susah sinyal, saya masih bisa menggunakan jaringan dengan baik,” terangnya lebih lanjut.

Pengalaman positif itulah yang membuat Sari tidak merasa perlu menggunakan nomor dari operator lain. Hingga saat ini, ia hanya mengandalkan satu kartu yang sama untuk berbagai kebutuhan komunikasi sehari-hari.

Untuk mendukung aktivitasnya, Sari memilih paket Halo+ Bold dengan biaya sekitar Rp200 ribu per bulan. Paket tersebut dinilainya paling sesuai dengan kebutuhan komunikasi dan penggunaan data internet yang dijalani saat ini.

Kesetiaan terhadap Telkomsel ternyata juga menjadi bagian dari kebiasaan keluarga. Sang ibu dan kakak sulungnya sama-sama menggunakan layanan Halo pascabayar sejak pertama kali mengenal telepon seluler.

Kedekatan keluarga dengan Telkomsel yang telah terjalin selama bertahun-tahun menjadi bukti bahwa pengalaman pelanggan tidak hanya dibangun melalui produk, tetapi juga melalui kepercayaan yang tumbuh dari waktu ke waktu.

Bagi Sari, lebih dari sekadar layanan telekomunikasi, Telkomsel telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama lebih dari 20 tahun.

Di tengah banyaknya pilihan operator yang tersedia saat ini, jaringan yang andal dan konsisten menjadi alasan sederhana yang membuatnya tetap bertahan hingga sekarang.

Terkait pengalaman yang paling berkesan, Sari mengatakan ketika teman-teman yang menggunakan operator lain sering susah sinyal ketika di daerah-daerah tertentu, namun sinyal ponsel saya masih tetap “ON”.

“Jadi buat saya walaupun memang billingnya agak mahal namun tetap tercover dengan sinyal/jangkaun yang baik,” pungkasnya. (in)

 

Check Also

Berawal Merantau, Kini Jadi GM Papilio Hotel Surabaya 5

Berawal Merantau, Kini Jadi GM Papilio Hotel Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses