Iklan Baris Anda

Prospek Mobil Bekas Menjanjikan di Mall

WP_20160720_11_23_20_Pro

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Tempat adalah salah satu yang bisa mempengaruhi penjualan. Namun, harus memperhatikan juga segmentasinya, jadi harus menyesuaikan lingkungan tempat tersebut. Hal ini dikatakan Sugeng Sumarso, pemilik SS Mobil 21.

“Kalau di mall, kita memang harus bisa membaca situasi konsumen. Itu adalah strategi kita dalam menjual. Jadi kita menyesuaikan harga, produk contoh yang dipamerkan, apa yang cocok di wilayah sini,” katanya saat ditemui di outlet Giant Diponegoro Surabaya (20/07/16).

Menurutnya, outlet yang baru dibuka selama 6 bulan ini memiliki prospek yang cukup bagus. Dimana traffic-nya terus naik dan pengunjung bukan hanya dari Giant saja, tetapi masyarakat sekitar dan masyarakat luar. Karena tempatnya yang bisa dijangkau dan terlihat inilah, menjadikan lokasi SS Mobil 21 terlihat banyak orang.

WP_20160720_11_34_00_Pro (2)

“Apalagi disini didukung juga oleh outlet variasi mobil di lantai atas. Sehingga bisa saling menguntungkan satu sama lain. Namun disini, harga tidak bisa mahal, antara 50 juta rupiah hingga 100 juta rupiah. Selain itu mobil yang diminati adalah mobil keluarga,” terangnya.

“Sambil kita survey, kita buktikan, mobil apa yang cocok. Sambil menyesuaikan jika ternyata prediksi kita salah, stok mobil yang kita pajang kita ganti. Supaya cocok dengan keinginan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, untuk terus mengembangkan usahanya dengan gencar melakukan promosi, supaya lebih dikenal. Dalam jangka waktu 1 tahun lebih biasanya, masyarakat baru mengenal adanya outlet. “Nanti outlet ini pasti jadi jujukan,” katanya.

Dari total 5 showroom atau outletnya, masing-masing berkontribusi secara merata terhadap penjualan. Untuk peminat SS Mobil 21, merek Avanza dan Xenia yang paling laris. Sementara tahun kendaraan yang ada, ia siapkan mulai tahun 2011 keatas. karena jika tahun 2011 kebawah, Sugeng tidak berani ambil resiko.

“Kalau jangka waktu dekat, saya tidak berani ambil resiko. Jadi strategi yang saya terapkan adalah tidak menjual kendaraan tahun 2011 kebawah. Karena ada dampak jika tahun kendaraan dekat dengan tahun kendaraan mobil baru,” katanya.

Seperti saat ada promo angsuran murah, dp (uang muka) murah itu ada dampak terhadap penjualan mobil bekas. Namun mobil tertentu saja dampaknya seperti pick-up. Tetapi tidak semua terpukul. Sugeng juga menjelaskan, belum tentu uang muka murah pada mobil baru bisa terbeli. Kadangkala, konsumen di wajibkan untuk mendambah dp supaya bisa mendapat ACC.

Sementara itu, ia mengaku pasca lebaran masih normal tidak ada penurunan. Setelah ada kenaikan 20-30 persen di bulan Mei-Juni sebelum lebaran. (diyah)

Check Also

Wuling Resmi Pasarkan Mobil Listrik di GIIAS Surabaya 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.