Iklan Baris Anda

PGN Targetkan 24 ribu Pelanggan di Surabaya

Munir PGN_edit

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Sejak 1998, gas sudah masuk di kota Surabaya untuk Rumah Tangga (RT), pipa gas semakin diperluas hingga sekarang. Nah, kali ini Pemerintah melalui PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menghadirkan program Jagas atau pelanggan RT dengan target pelanggan sebanyak 24 ribu di Surabaya.

Area Head PGN Surabaya, Misbachul Munir menjelaskan, hingga akhit tahun ini diharapkan terealisasi 24 ribu pelanggan. Sejauh ini, PGN terus eksisting. Dengan semakin memperluas jangkauan pipa gas di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk wilayah Jawa Timur (Jatim) ditargetkan sebesar 34.073 pelanggan. Karena itu, PGN tahun ini sudah merampungkan beberapa proyek pipa distribusi gas yakni ruas Jetis-Ploso yang berada di Mojokerto hingga Jombang sepanjang 27 km dan ruas Kejaya-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km.

“Dengan penambahan infrastruktur pipa distribusi gas bumi tersebut, kami dapat menambah pelanggan-pelanggan pengguna gas bumi baru. Dengan pemasangan awal yang mengikuti saluran pipa gas PGN tentunya,” ujarnya kemarin (09/06/16).

Awalnya, pipa gas terdekat ada di Rungkut dan Manukan. Karena itu, PGN fokus daerah perumahan dikawasan tersebut. Selanjutnya merambah dibeberapa tempat seperti Medokan Ayu nantinya akan di pasang, kemudian di Surabaya kota, Surabaya Timur, di Surabaya tengah dan Surabaya Selatan.

“Tahun ini, kita menargetkan penyaluran gas bumi sebanyak 27 pelanggan industri, di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan dan Probolinggo. Kemudian penyaluran ke pelanggan komersial sebanyak 54 pelanggan,” terangnya.

Pelanggan komersial ini seperti rumah makan, Hotel dan Mall. Juga target untuk program sayang ibu sebanyak 9992 pelanggan. Ia menambahkan, di Jatim sudah melayani penyaluran gas bumi sebanyak 20.777 yang terdiri dari 454 industri besar, 212 usaha komersil dan 20.111 pelanggan RT.

“Jumlah volume gas bumi yang dipasok kepelanggan Jatim di triwulan I-2016 sudah mencapai 130 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Sektor terbesar adalah industri makanan dengan prosentase 27 persen, kemudian sektor keramik 22 persen dan kimia 15 persen. Logam dan gelas masing-masing 9 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sektor makanan, industri kayu, keramik dan momersial seperti Hotel, rumah makan, CNG industri dan SPBG pada Triwulan I tahun ini mengalami peningkatan konsumsi gas bumi.

“Kami berupaya terus memperluas infrastruktur pipa gas bumi nasional, membuka wilayah-wilayah baru pengguna gas di berbagai daerah. Khusus di Jatim, kami menyelesaikan beberapa proyek pipa gas bumi, salah satunya ruas Kalisogo-Waru Sepanjang 30 km,” jelasnya.

Selain infrastruktur, edukasipun sudah dilakukan. Bahkan, dengan bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memperlancar target yang dicanangkan pemerintah tersebut. “Kami berharap, masyarakat sadar akan fungsi gas ini. Selain itu juga murah, sehingga bisa menghemat biaya,” pungkasnya. (diyah)

Check Also

JNE dan POLRI Tandatangani Kerjasama Pengawasan Peredaran Narkoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.