OJK Resmikan Penggabungan 4 BPR Nusumma

OJK Resmikan Penggabungan 4 BPR Nusumma 1

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong konsolidasi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) untuk memperkuat struktur, permodalan, efisiensi, dan daya saing. Langkah ini diwujudkan melalui penggabungan PT BPR Nusumma Jateng, PT BPR Nusumma Jawa Barat, dan PT BPR Nusumma Jogja ke dalam PT BPR Nusumma Jatim.

Penggabungan empat BPR dengan kepemilikan yang sama tersebut menjadi bagian dari penguatan kelembagaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Peresmian ditandai dengan penyerahan Salinan Keputusan Pemberian Izin Penggabungan di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (26/8).

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Provinsi Jawa Timur Nasirwan mengatakan, konsolidasi diharapkan meningkatkan kapasitas BPR dalam menghadapi perkembangan industri jasa keuangan dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Dengan dilaksanakannya penggabungan keempat BPR, diharapkan konsolidasi ini dapat memperkuat struktur dan kapasitas BPR. Penggabungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan permodalan, memperkuat kecukupan dan keandalan infrastruktur teknologi informasi, serta meningkatkan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

“Dengan kapasitas yang semakin kuat, BPR hasil konsolidasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Adapun PT BPR Nusumma Jateng berkedudukan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah; PT BPR Nusumma Jawa Barat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat; PT BPR Nusumma Jogja di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; dan PT BPR Nusumma Jatim sebagai BPR penerima penggabungan berkedudukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dalam kesempatan yang sama, Nasirwan menyerahkan Salinan Keputusan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan calon Pemegang Saham Pengendali (PSP), calon anggota Dewan Komisaris, dan calon anggota Direksi PT BPR Nusumma Jatim hasil penggabungan.

Secara nasional, hingga Mei 2026, kinerja industri BPR dan BPR Syariah (BPR/S) tetap tumbuh positif. Total aset tercatat Rp239,26 triliun atau tumbuh 4,16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp168,64 triliun atau tumbuh 4,24 persen yoy, sedangkan kredit yang diberikan sebesar Rp178,52 triliun atau tumbuh 3,89 persen yoy.

OJK akan terus mendorong penguatan dan konsolidasi BPR/S untuk membangun industri yang sehat, efisien, berintegritas, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Check Also

PLN UIT JBM Perkuat Sinergi dengan Industri 5

PLN UIT JBM Perkuat Sinergi dengan Industri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses