OJK Gencarkan Edukasi Tokenisasi Aset Nyata bagi Generasi Muda di UNAIR

OJK Gencarkan Edukasi Tokenisasi Aset Nyata bagi Generasi Muda di UNAIR 1

Surabaya, (bisnisnasional.com) – ​Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, guna mengajak mahasiswa memahami secara mendalam potensi sekaligus risiko tokenisasi aset nyata (Real World Assets).

Dalam kuliah umum tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menggarisbawahi pentingnya adaptasi regulasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tengah laju inovasi finansial yang kian pesat.

“Perkembangan inovasi keuangan digital berlangsung sangat cepat, sehingga kita harus terus meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal. Kerangka regulasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik di industri maupun regulator,” ujar Adi.

​Mengangkat tema “Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia”, Adi memaparkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan artifisial, Big Data, dan Distributed Ledger Technology (DLT) telah membuka ruang inovasi melalui mekanisme Sandbox OJK, seperti tokenisasi emas, surat utang negara, hingga properti. Pada kesempatan yang sama, ia turut memperingatkan para peserta agar senantiasa waspada dan teliti sebelum menanamkan modal pada instrumen digital.

“Dalam berinvestasi, kita harus memperhatikan dua aspek utama, yaitu legal dan logis. Pastikan produk dan penyelenggaranya memiliki legalitas yang jelas serta jangan mudah tergiur dengan penawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Lakukan riset secara mandiri, pahami risikonya, dan jangan mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti orang lain atau takut tertinggal tren (FOMO),” tegasnya.

​Dari sisi akademis, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UNAIR, Ardianto, menilai bahwa kampus memegang tanggung jawab besar dalam membekali mahasiswa dengan wawasan teknologi serta daya nalar yang kritis.

“Perguruan tinggi tidak sekadar berperan sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga benteng dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa,” ungkap Ardianto.

​Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Asep Hikayat, menyebutkan bahwa posisi strategis Surabaya sebagai pusat pendidikan dan ekonomi sangat mendukung perluasan literasi keuangan digital. Rangkaian acara yang turut diisi oleh diskusi panel bersama berbagai kementerian dan asosiasi industri ini menyoroti urgensi perlindungan konsumen, kepastian hukum, tata kelola yang baik, serta keamanan sistem teknologi.

​Melalui acara hibrida yang menarik sekitar 700 peserta ini, OJK berharap kalangan muda dapat melihat peluang besar untuk mengembangkan riset, kewirausahaan, maupun karier profesional di sektor keuangan digital. Sinergi antara regulator, dunia pendidikan, dan pelaku industri ini diharapkan mampu membentuk ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Check Also

BRI Gelar Lelang 5.000 Aset, Tawarkan KPR Bunga 3,17% 5

BRI Gelar Lelang 5.000 Aset, Tawarkan KPR Bunga 3,17%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses