Kredit Jatim Rp628,02 Triliun, DPK Tembus Rp840,77 Triliun

Kredit Jatim Rp628,02 Triliun, DPK Tembus Rp840,77 Triliun 1
Media Briefing 2026 di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surabaya, Senin (22/6)

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Industri perbankan di Jawa Timur masih membukukan kinerja positif hingga April 2026. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit yang disalurkan perbankan mencapai Rp628,02 triliun atau tumbuh 2,87 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp840,77 triliun, meningkat 5,78 persen secara tahunan.

Dari sisi permodalan, perbankan yang berkantor pusat di Jawa Timur mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 32,92 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) gross tetap terjaga pada level 3,72 persen.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Horas VM Tarihoran dalam sambutannya mengatakan bahwa kondisi likuiditas perbankan di Jawa Timur (OJK) masih sangat memadai. Menurutnya, indikator Asset Liability terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat 29,13 persen, sedangkan Asset Liability terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) mencapai 135,70 persen.

“Posisi kedua indikator tersebut menunjukkan ruang likuiditas perbankan masih sangat kuat dan berada jauh di atas batas minimum yang dipersyaratkan regulator,” ujarnya saat media briefing di kantor OJK Surabaya, Senin (22/6).

Dari sisi penggunaan kredit, segmen modal kerja masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp314,67 triliun atau 50,11 persen dari total kredit. Selanjutnya, kredit konsumsi mencapai Rp198,90 triliun atau 31,67 persen, sedangkan kredit investasi sebesar Rp114,45 triliun atau 18,22 persen. Komposisi tersebut mencerminkan aktivitas dunia usaha yang tetap bergerak di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat.

Berdasarkan sektor ekonomi, kredit perbankan di Jawa Timur paling banyak disalurkan ke sektor rumah tangga dengan nilai Rp191,80 triliun atau 30,54 persen dari total kredit. Setelah itu disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp156,90 triliun (24,98 persen), industri pengolahan Rp121,21 triliun (19,30 persen), pertanian, perburuan dan kehutanan Rp51,12 triliun (8,14 persen), serta konstruksi Rp23,02 triliun (3,67 persen).

“Struktur penyaluran kredit masih ditopang sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah,” lanjutnya.

Kredit Jatim Rp628,02 Triliun, DPK Tembus Rp840,77 Triliun 2
Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Horas VM Tarihoran dalam media briefing , senin (22/6)

Pada segmen UMKM, outstanding kredit tercatat sebesar Rp230,93 triliun atau setara 36,77 persen dari total kredit perbankan. Namun OJK mencatat rasio NPL UMKM telah mencapai 5,45 persen atau melampaui ambang batas yang ditetapkan. Meski demikian, kinerja Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih terjaga dengan outstanding Rp67,76 triliun dan NPL sebesar 2,12 persen. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai penyalur KUR terbesar kedua secara nasional setelah Jawa Tengah, dengan kontribusi 31,45 persen terhadap total KUR di Pulau Jawa.

“Ini menjadi pengingat pentingnya penguatan ekosistem, pendampingan, dan literasi keuangan agar pembiayaan UMKM semakin berkualitas,” jelasnya.

Selain perbankan, geliat pasar modal di Jawa Timur juga tumbuh signifikan. Hingga Maret 2026, jumlah nasabah institusi reksadana melonjak 84,83 persen YoY, sementara investor ritel meningkat 44,74 persen menjadi 188.312 orang. Nilai penjualan reksadana bulanan pun melesat 177,82 persen YoY menjadi Rp53,64 miliar. Horas VM Tarihoran menambahkan, pertumbuhan tersebut turut mendorong Jawa Timur menempati peringkat ketiga nasional dalam jumlah kepemilikan Single Investor Identification (SID), dengan laju pertumbuhan mencapai 60,47 persen secara tahunan per April 2026.  (in)

Check Also

EastFood Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka di Surabaya, Perkuat Peluang Ekspor dan Kolaborasi Bisnis Global 6

EastFood Indonesia Expo 2026 Resmi Dibuka di Surabaya, Perkuat Peluang Ekspor dan Kolaborasi Bisnis Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses