Iklan Baris Anda

Kapal Pesiar Jadi Pusat Segala Ilmu

SHS punya Kapal Pesiar

pak-bagus-n-desy

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Peminat studi Kapal Pesiar di Surabaya Hotel School (SHS) kian hari makin banyak. Bagaimana tidak, karena studi ini hanya membutuhkan waktu 5 minggu serta segudang ilmu didapat. Hal ini sangat intensif, karena setiap pertemuan dilakukan selama 10 jam. Sehingga mereka segera bisa bekerja.

Director yang juga salah satu pendiri SHS, Bagus Supomo mengatakan, dengan biaya yang murah dan waktu yang pendek akan membuat siswa segera bekerja. Untuk bidang studi ini, mereka dituntut untuk mempersiapkan mental.

“Mental mereka harus kuat untuk bekerja di Kapal Pesiar. Karena jauh dari rumah dan keluarga. Selain itu, mereka juga melayani tamu lebih banyak. Misalnya jika dihotel hanya 1x sehari. Maka di Kapal Pesiar bisa lebih dari 3x,” katanya.

Selain itu teknik kerja harus cepat, supaya semua tamu segera terlayani. Karena biasanya 1 kapal bisa sampai 3000 orang, sementara untuk crew ada 1000 orang. Sehingga dibutuhkan kecepatan tersebut.
“Ada tiga hal yang harus diperhatikan, teknik kerja cepat, fisik harus kuat dan mental tangguh. Jika tiga itu terpenuhi maka pekerjaan akan berjalan lancar. Namun, bagi mereka yang memilih program studi Kapal Pesiar ini, mereka tidak mesti bekerja di Kapal Pesiar. Beberapa dari mereka bekerja di hotel atau resto,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, beberapa orang yang bekerja di Kapal Pesiar adalah mereka yang berusia muda yang masih single. Karena kerjanya yang full. Namun gajinya sangat besar, sehingga banyak orang yang menginginkannya. Setelah beberap kali melakukan kontrak kerja, mereka memilih kembali ke Indonesia.

“Hasil kerjanya bisa untuk membeli rumah atau mobil atau juga untuk usaha dan mereka berkeluarga. Seperti itu biasanya. Setelah mereka kembali, biasanya beberapa perusahaan sudah menanti dengan memberikan jabatan yang tinggi,” ujar Bagus.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu pengajar SHS, Vitara Yudha. Ia pernah bekerja di Kapal Pesiar selama 2 tahunan. Pria lulusan SHS jurusan Food Product ini kontrak selama 4 kali. Kini ia menjadi pengajar untuk studi Kapal Pesiar.

“Banyak pengalaman yang saya dapat, diantaranya saat ada badai semua menjadi berantakan. Dan kita tetap harus merapikannya dan bekerja seperti biasa. Saya pernah mengalaminya sekali saat bekerja,” ujarnya.

Meski banyak perbedaan dengan di Hotel, namun secara umum sama. Tingkat perbedaannya ada pada waktu atau jam kerja, budaya dan fisik harus terus dijaga. “Bedanya lagi, disana bisa bekerja sambil keliling gratis,” ungkapnya sambil tertawa.

Vitara menambahkan, mereka yang bekerja di Kapal Pesiar harus bisa berbahasa Inggris. Itu merupakan kunci awal. Sehingga komunikasi bisa lancar. Di SHS, kita akan mendapatkan teori yang kita butuhkan, seian itu praktekpun juga didapat.
Dari beberapa negara, crew Indonesia menjadi nomer 3 setelah India dan Filiphina.

“Jadi tantangan kita adalah bagaimana cara supaya crew dari Indonesia makin banyak di Kapal Pesiar. Dengan adanya program studi Kapal Pesiar di SHS, semoga menjadikan masyarakat bisa bekerja di Kapal Pesiar,” katanya.

“Karena itu, sekolah di SHS saja,” tambah Bagus.

Sementara itu, salah satu alumni SHS lulusan 2015 program studi Kapal Pesiar, Desy Ariyani Davied mengaku puas dengan SHS. Pasalnya, ilmu yang didapat dari SMS menjadikannya ia bekerja di sebuah Cafe dikawasan Bratang Surabaya sebagai Supervisor.

Ia mengaku, banyak ilmu yang ia dapat dari SHS. Bahkan, siswa SHS sangat diperhitungkan. “Ditempat saya bekerja, kebetulan saya juga bertugas mencari crew. Nah, saya jelas mempromosikan siswa SHS. Kenapa, karena tidak perlu mengajari. Mereka sudah siap bekerja,” terang perempuan kelahiran 1984.

Ia mengungkapkan, jika studi yang ia ambil adalah Kapal Pesiar. Namun saat magang, ia malah di hotel Malaysia. Baginya sama saja, karena sebenarnya program studi tersebut bisa mendapat 3 ilmu sekaligus yakni Food Product, House Keeping dan lainnya.

“Memang sebenarnya saya hobinya di product tapi dengan studi ini jadi tahu semua ilmu tidak hanya Product. Sebenarnya lebih bartender. Tetapi tertarik di studi Kapal Pesiar. Dam memang saya bisa dapat semuanya,” ungkapnya.

Bahkan, semua hotel dan resto memprioritaskan alumni SHS. “Ya seperti yang saya lakukan. Saya meminta bantuan dari SHS untuk mendapatkan crew yang bisa siap bekerja di Cafe Omah Kobong,” pungkasnya. (diyah)

Check Also

Citilink-JNE Kolaborasi Program Loyalty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.