
Surabaya, (bisnisnasional.com) – Memasuki usia ke-3, Locus Medical Hub memperkuat posisinya sebagai klinik premium berbasis layanan spesialis dan subspesialis dengan mengedepankan konsep patient-centric care dan seamless healthcare journey.
CEO Locus Medical Hub, dr. Agus Choirul Anab, Sp.BS, menjelaskan, hingga kini, Locus telah melayani lebih dari 13 ribu pasien, sekitar 70 persen di antaranya berasal dari luar Surabaya. Lebih dari 13 ribu pasien yang telah kami layani merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Locus Medical Hub. Menariknya, sekitar 70 persen pasien berasal dari luar Surabaya, dan sebagian di antaranya telah dampingi melalui layanan Locus Medical Assistant.

Bagi kami, pasien bukan sekadar datang untuk berobat. Kami ingin memastikan perjalanan pasien sejak awal hingga kembali sehat dapat berlangsung dengan mudah, nyaman, aman, dan terkoordinasi. Inilah yang kami sebut sebagai seamless healthcare journey,” ujarnya.
Ekosistem layanan Locus dikembangkan melalui sejumlah brand spesialis dan subspesialis, yakni Kortex untuk bedah saraf dan kasus kompleks, Scope untuk layanan orthopedi, Axis untuk rehabilitasi medik, Re;Life untuk kesehatan jiwa dan psikologi, serta Indental untuk layanan dokter gigi spesialistik. Dalam perayaan HUT ke-3, Locus juga meresmikan Pain Clinic yang menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam penanganan nyeri oleh tim dokter spesialis anestesi.
Untuk mendukung pasien dari luar daerah, Locus Medical Assistant menyediakan pendampingan mulai dari penjemputan di bandara, pemesanan hotel hingga rekomendasi destinasi wisata. Layanan ini menjadi bagian dari upaya Locus mendukung pengembangan medical tourism di Surabaya.
Selain itu, Locus Community kini telah memiliki lebih dari 60 ribu anggota di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara, sebagai bagian dari ekosistem pendampingan pasien setelah menjalani operasi maupun terapi non-operatif.

Konsep seamless healthcare journey juga diperkuat melalui jejaring rumah sakit rekanan, antara lain Ciputra Hospital, Persada Hospital, Mayapada Hospital, Waron Hospital, dan RS JIH Yogyakarta. Melalui jejaring tersebut, Locus berperan sebagai patient journey coordinator yang menghubungkan pasien dengan dokter, rumah sakit, fasilitas diagnostik, tindakan medis hingga rehabilitasi dan follow-up. Sementara melalui Locus Academy, perusahaan mengembangkan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan soft skills serta kompetensi tenaga kesehatan.
Dalam kesempatan yang sama, Locus Medical Hub menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Surabaya sebagai bentuk komitmen membangun kolaborasi dalam pengembangan medical hub serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pelayanan kesehatan pada rumah sakit dan puskesmas yang dinaungi Pemerintah Kota Surabaya.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini