Iklan Baris Anda

Tanrise Property Targetkan Pembangunan Kyo Society Selesai Akhir 2023

Kiri ke Kanan, Fransiscus Budiono Kristanto (General Manager Indopora), Gito Susanggoro (Project Manager WIKA Gedung), Joseph Lukito (Direktur Sales & Marketing Tanrise Property), Go Ie Tiong (Manajer Legal Tanrise Property), Hengky Saputro (Property Development Senior Manager Tanrise Property) dalam Handover yang dilaksanakan di lokasi Apartemen Kyo Society, Rabu (24/2/2021)

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Tanrise Property tetap menjaga komitmennya memulai pembangunan apartemen Kyo Society meski dalam situasi pandemi. Hal tersebut ditandai adanya groundbreaking ceremony atau peletakan batu pertama bertajuk “First Step Japan Society”. Kini bagian pondasi telah selesai 100% sejak januari 2021.

Serah terima pekerjaan pondasi untuk apartemen Kyo Society dilakukan dari pihak kontraktor pondasi PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (Indopora) kepada Tanrise Property dilakukan dilokasi apartemen yakni Jl Raya Panjang Jiwo Surabaya, Rabu (24/02/2021).

General Manager Indopora, Fransiscus Budiono Kristanto menyampaikan, pembangunan pondasi Kyo Society berjalan dengan lancar dan sesuai timeline dari pihak Tantise Property. “Kontur tanahnya dan sistem yang digunakan tidak ada masalah sehingga tak ada kendala berarti dalam proses pengerjaannya,” ujarnya.

Lalu serah terima dilanjutkan dari Tanrise Property kepada PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung) sebagai kontraktor utama pembangunan struktur dan arsitektur Kyo Society.

Direktur Sales & Marketing Tanrise Property, Joseph Lukito mengatakan, pihaknya mempercayakan pembangunan kepada WIKA Gedung. “Target kami pembangunan gedung akan diselesaikan Desember 2023,” ujarnya.

Sementara itu, Gito Susanggoro selaku Project Manager WIKA Gedung, mengungkapkan bahwa pihaknya bangga jadi kontraktor utama dari Kyo Society. “Ini satu-satunya apartemen berkonsep Jepang di Surabaya. Pengerjaannya kami targetkan dalam 30 bulan dengan nilai proyek sebesar 139 Miliar, untuk struktur dan arsitektur, sedangkan pekerjaan mekanikal dan elektrikal belum termasuk. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan landmark ini untuk Tanrise Property,” katanya.

Ia menambahkan selama pandemi memang ada sedikit kendala, terutama untuk mobilisasi pekerja. Karena saat ini mereka harus melalui test dan membiasakan mematuhi protokol kesehatan. Hal itu menjadi sesuatu yang baru di dalam proyek. “Namun semua itu secara keseluruhan tidak menghambat kinerja proyek,” tambahnya.

Luas bangunan Kyo Society sebesar 38.000 m2 dengan 38 lantai. Terbagi dalam 5 kategori unit yakni Mamoru (tipe studio), Furusato (tipe 1BR), Mirai (tipe 2BR), Ikkou (tipe grand studio), dan Rofuto (tipe mezzanine). Konsep hunian dilengkapi 45 fasilitas seperti amphitheatre lobby, Bar, Cafe, Business Lab & Library, Sky Pool, Gym, Garden dan sebagainya.

Apartemen ini berlokasi strategis, dekat fasilitas umum, area komersial, pusat perbelanjaan, serta kawasan industri sehingga Kyo Society punya target segmen pasar yang jelas termasuk menyasar investor muda yang baru memulai dunia tanam modal. Cicilan awal mulai dari 2 jutaan.

“Kyo ada 737 unit. Harga mulai 500 jutaan untuk tipe studio. Pada desember kemarin tipe Rofuto dan Ikkou sudah 60% terjual. Sementara sisanya 40% diharapkan bisa terjual pada 2021 sampai 2022. Kedepan tidak ada harga baru, mungkin hanya penyesuaian saja,” tutup Joseph. (indra)

Check Also

Citilink-JNE Kolaborasi Program Loyalty

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.