
Perjalanan Audisi Offline D’Academy 8 kembali berlanjut dengan menyapa warga Jawa Timur melalui penyelenggaraan audisi di Gedung Giri Loka, UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (9/5/2026). Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Area audisi dipenuhi peserta yang datang untuk mewujudkan mimpi menjadi bintang dangdut masa depan.
Tidak hanya berasal dari Kota Surabaya, peserta audisi juga datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Malang, Sidoarjo, Gresik, dan sejumlah kota lainnya. Mereka rela datang sejak dini hari demi mendapatkan kesempatan tampil di hadapan tim juri Audisi D’Academy 8.
Kehadiran Juara 1 D’Academy 4, Fildan, serta Juara 5 D’Academy 7, Mila DA7, turut menambah semangat para peserta. Dalam kesempatan tersebut, Fildan membagikan sejumlah pesan penting kepada peserta yang ingin mengikuti jejak kesuksesannya di panggung D’Academy.
“Yang paling penting siapkan mental dan jangan grogi. Pilih lagu yang benar-benar dikuasai, tidak perlu terlalu berat. Selain itu, peserta juga harus punya ciri khas sendiri dan jangan sampai terdengar mirip dengan penyanyi lain,” ujar Fildan.
Sementara itu, Mila DA7 juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap konsisten mengejar impian mereka di dunia dangdut.
“Pokoknya harus tetap semangat dan jangan gampang menyerah. Fokus sama tujuan awal dan jangan kalah sama rasa malas. Kalau memang punya mimpi, harus diperjuangkan terus,” ungkap Mila DA7.

Audisi Offline D’Academy 8 masih akan berlanjut di kota terakhir pada akhir pekan ini, yakni di Jakarta. Audisi akan berlangsung di INDOSIAR Studio Emtek City pada Minggu, 10 Mei 2026, dengan menghadirkan Melly Lee sebagai juri dan Tasya DA7 sebagai bintang tamu.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Drs. Lukman Arif, M.Si. menyampaikan, Kampus UPN Veteran Jawa Timur menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya nasional melalui penyelenggaraan audisi musik dangdut yang bekerja sama dengan stasiun televisi Indosiar. Kegiatan ini dinilai bukan sekadar ajang pencarian bakat, melainkan bentuk implementasi nyata dari nilai-nilai bela negara.
“UPN menjadi tempat audisi musik dangdut ini merupakan penghargaan yang luar biasa, karena ini sejalan dengan visi UPN sebagai Kampus Bela Negara. Dangdut bukan hanya sekadar musik, tapi merupakan identitas nasional yang sudah dikenal hingga mancanegara,” katanya, Sabtu (9/5).
Antusiasme masyarakat terhadap audisi ini tergolong sangat tinggi. Lukman mencatat bahwa peserta tidak hanya datang dari wilayah Surabaya atau Jawa Timur saja, tetapi juga merambah hingga ke luar pulau Jawa.
”Saya sangat luar biasa melihat antusiasme para peserta. Ada yang datang dari Kalimantan, Lombok, dan daerah luar Jawa lainnya. Mereka mempunyai keinginan besar untuk mengembangkan talenta dan bakatnya di musik dangdut ini,” tambahnya.
Dangdut ini sudah melekat di hati rakyat. Bahkan kita yang tua-tua ini tidak kalah semangatnya. Begitu lantunan musik dangdut diperdengarkan, entah itu tangan atau kaki, fisik kita otomatis ikut bergerak. Ini bukti bahwa dangdut adalah bagian dari budaya bangsa yang harus terus dilestarikan.
”Kegiatan audisi ini diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta baru yang tidak hanya mumpuni dalam olah vokal, tetapi juga bangga akan identitas budaya Indonesia di kancah internasional,” tutup Lukman.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini