
Yogyakarta, (bisnisnasional.com) – Libur Natal & Tahun Baru tiba, banyak agenda untuk mengisinya. Sebut saja trip ke salah satu tempat tujuan. Kali ini destinasi yang kami kunjungi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah selama 4 hari.
Lebih istimewa lagi karena perjalanan ini menggunakan Suzuki S-presso yang terkenal super irit BBM, bandel serta lincah. Kami mendapat pinjaman unit dari PT. United Motors Centre (UMC) Ahmad Yani Surabaya.

Pertama kali melihat unit S-presso ini, kami sempat terpana, terutama dimensinya yang bisa dibilang mungil. Mesinnya hanya 1000 cc saja. Meski begitu mobil ini punya desain unik bergaya crossover. Bagian eksteriornya ada aksesori berupa front skid plate dan rear skid plate, rear spoiler & high mount stop lamp, side & wheel arch cladding, dan rear combination lamp
Kami berangkat Sabtu pagi (27/12) melalui Tol Trans Jawa hingga keluar gerbang tol Prambanan, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Karena tujuan kami adalah ke Malioboro Yogyakarta, maka setelah keluar tol, kami melanjutkan lewat jalan raya yang sangat padat macetnya kerena moment liburan akhir tahun.

Keuntungan naik Suzuki S-presso adalah mudahnya bermanuver disela-sela kemacetan arah Prambanan. Belum lagi AC di dalam mobil ini termasuk dingin sehingga cukup menyejukkan di dalam kabin ditengah kemacetan.
Urusan BBM, Suzuki S-presso sangat hemat, pengalaman kami kemarin dari Surabaya ke Yogyakarta kurang dari Rp.500 ribu. Ini luar biasa irit dibanding mobil sekelasnya yang rata-rata berkisar Rp.600 ribuan atau lebih (dengan catatan sama-sama memakai BBM subsidi yakni pertalite). Catatan kami 1 liter bisa diatas 20 km namun tergantung cara berkendara juga.

Suzuki S-presso selama kami kendarai di ruas tol Trans Jawa menurut pengalaman kami bisa diajak ngebut lohhh. Pada kecepatan 100 km/jam masih nyaman tidak terdapat gejala bodi roll ataupun limbung meski mobil ini ringan. Namun kami menyarankan agar tidak lebih dari 120 km/jam ketika melaju di tol, karena mesin terasa lebih kasar suaranya.

Soal bagasi, karena kami hanya bertiga saja, barang bawan kami juga tidak terlalu banyak. Namun 1 koper 24 liter & 1 kopee 20 liter bisa tertampung di S-presso. Ditambah lagi ada separator bagasi sehingga ada ruang lebih lagi pada posisi diatas bangku penumpang.
Selain Malioboro, Suzuki S-presso milik PT United Motors Centre (UMC) juga kami gunakan berkeliling kawasan Yogyakarta seperti Godean -Sleman. Perjalanan kesana melewati bermacam kontur jalan, ada jalan tanah, berlubang, berair serta beberapa jalan rusak di perkampungan. Namun semua itu dilibas dengan baik oleh Suzuki S-presso. Mungkin ini karena ground clearancenya tinggi sekitar 180 mm, sehingga aman

Berikut spesifikasi memgenai Suzuki S-presso. Mesin 1.0L 3-silinder (sama seperti Karimun Wagon R) cukup tangguh, meskipun menanjak perlahan. Kapasitas 4-5 orang, cocok untuk keluarga kecil maupun bersama teman. Pilihan transmisinya ada dua jenis yakni manual 5-percepatan atau AGS (Auto Gear Shift) yang praktis.
Mendukung kesan sporty, S-presso disematkan velg two tone berukuran 14 inci, dibalut ban dengan profil 165/70R14. Keunggulan utama adalah dimensinya yang mempunyai panjang 3.565 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.565 mm dan bobot mobilnya 1.170 kilogram denga radius putar di angka 4,6 meter.
Soal dimensi, S-Presso paling pendek dibanding sesama mobil keluaran suzuki, sebut saja Karimun Wagon-R dengan panjang 3.600 mm dan Suzuki Ignis 3.700 mm. Namun S-sedikit lebih lebar dibanding Karimun Wagon-R yakni 1.475 mm.

Ketika kembali ke Surabaya pada hari keempat, sisa BBM pada mobil ini masih cukup banyak sehingga tidak khawatir diperjalanan. Barulah dipertengahan tol kami mulai ke SPBU lagi. Inilah hebatnya Suzuki S-presso, imut, ringan, gesit & iritnya nggak kaleng-kaleng.
Kesimpulannya, menurut pengalaman kami memakai Suzuki S-presso selama beberapa hari ke Yogyakarta menyenangkan, karena jarang-jarang ditemui dijalanan, mobil ini jadi pusat perhatian orang. Desain unik, bodi imut serta irit BBM, jadi nilai plus nya. Satu-satunya kekurangan menurut kami adalah suara klakson nya terlalu pelan untuk ukuran sebuah mobil.
Semoga next time kami bisa mengeksplorasi Suzuki S-presso untuk perjalanan yang lebih jauh lagi. Mungkin ke Bali, Bandung, atau mungkin ke Labuan Bajo. Sampai jumpa lagi. (in)
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini