Dosen Unesa Latih Guru Bahasa Jerman Berbasis Budaya

Dosen Unesa Latih Guru Bahasa Jerman Berbasis Budaya 1
Webinar IGBJI Cabang Jombang: Penguatan pembelajaran Bahasa Jerman berbasis budaya, interkultural, dan keberlanjutan.

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI) Cabang Jombang menggelar pelatihan pembelajaran Bahasa Jerman berbasis budaya (Kulturbezogenes Lernen) secara daring, Sabtu (15/8).

Kegiatan yang diikuti 14 guru Bahasa Jerman itu menghadirkan Dosen Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum., sebagai narasumber.

Dalam pelatihan tersebut, Audrey membagikan materi dan pengalaman yang diperolehnya saat mengikuti program beasiswa Goethe-Institut “Kulturbezogenes Lernen und Deutschland erleben” (L 2.2) di Berlin, Jerman, pada 6–17 Juli 2026.

“Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar untuk berbagi wawasan dan praktik pembelajaran budaya yang dapat diadaptasi oleh guru Bahasa Jerman sesuai dengan konteks pembelajaran di Indonesia,” kata Audrey.

Lebih jauh ia memaparkan, Kulturbezogenes Lernen menempatkan budaya sebagai bagian integral dalam pembelajaran bahasa. Siswa tidak hanya mempelajari fakta tentang negara berbahasa Jerman, tetapi juga diajak mengamati, membandingkan, berdiskusi, bertanya, dan merefleksikan fenomena budaya.

Pendekatan ini juga dikaitkan dengan SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui pembelajaran kontekstual, inklusif, penghargaan terhadap keberagaman, serta kesadaran terhadap stereotip dan prasangka.

Salah satu contoh penerapannya adalah tema Reisen (perjalanan wisata). Peserta mendapatkan contoh gambar, teks, dan tugas untuk membandingkan budaya wisata di Jerman dan Indonesia, termasuk proyek merancang perjalanan wisata berkelanjutan dengan mempertimbangkan transportasi ramah lingkungan dan perilaku wisata yang bertanggung jawab.

“Kegiatan berbagi seperti ini penting agar wawasan dan pengalaman dari pelatihan dapat diteruskan serta dimanfaatkan dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Jerman di sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua IGBJI Jombang, Deviana Kusumawati, S.Pd., yang juga peserta asal SMAN 1 Puri Mojokerto, menilai pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat bagi guru. Menurutnya, kegiatan itu menambah wawasan mengenai metode dan didaktik pembelajaran Bahasa Jerman yang lebih menarik dengan mengintegrasikan budaya dan tema SDGs.

Pembelajaran berbasis budaya diharapkan membantu siswa mengenal budaya Indonesia dan Jerman, memahami perbedaan, melihat berbagai perspektif, serta mengembangkan kompetensi interkultural dan sikap terbuka terhadap keberagaman.  (in)

Check Also

Ajak Siswa Berpikir Kreatif, NAFA's Alumni Gelar Lokakarya Design Thinking 5

Ajak Siswa Berpikir Kreatif, NAFA’s Alumni Gelar Lokakarya Design Thinking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses