
bulan November 2026,, Senin (2/11)
Surabaya, (bisnisnasional.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat inflasi year on year (y-on-y) di wilayahnya pada Oktober 2026 mencapai 2,12 persen. Angka ini didorong oleh adanya kenaikan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama dari sektor makanan, minuman, dan tembakau.
Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati M.M., menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 5,09 persen. Komoditas utama yang memicu kenaikan tersebut antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, labu siam, serta ikan bandeng.
Selain itu, kelompok pengeluaran lain yang turut memberikan andil besar terhadap inflasi y-on-y adalah kelompok transportasi dengan komoditas bensin, beras, daging sapi, angkutan udara, dan minyak goreng.
“Penyumbang utama inflasi Oktober 2026 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok transportasi,” ujarnya.

Herum juga memaparkan bahwa Provinsi Jawa Timur mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month / m-to-m) sebesar 0,07 persen pada Oktober 2026. Angka ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional yang berada di angka 0,22 persen.
Secara tahun kalender (year-to-date / y-to-d), ia mengungkapkan bahwa inflasi Jawa Timur mencapai 2,14 persen, sementara secara tahunan (year-on-year) tercatat menyentuh angka 3,09 persen dengan dinamika kenaikan indeks harga yang diterima maupun dibayar petani. Inflasi bulanan tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur.
Lebih lanjut Herum mengungkapkan bahwa inflasi bulanan tertinggi di wilayahnya tercatat di Jember sebesar 0,27 persen, sedangkan yang terendah tercatat di Kota Kediri sebesar 0,01 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama dengan andil inflasi 0,07 persen melalui komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, tomat, labu siam, serta ikan bawal dan ikan kembung.
Beberapa komoditas bertindak sebagai penahan inflasi seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan semangka, serta penurunan harga angkutan udara dan emas perhiasan. Pihaknya menegaskan akan terus memantau perkembangan harga komoditas pangan dan transportasi guna menyajikan data akurat bagi evaluasi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini