Commuter Line Supas ke Probolinggo Dongkrak Penumpang & Ekonomi Lokal

Commuter Line Supas ke Probolinggo Dongkrak Penumpang & Ekonomi Lokal 1

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Dua bulan setelah perpanjangan layanan 4 perjalanan Commuter Line Supas hingga Stasiun Probolinggo sejak 1 Maret 2026, KAI Commuter mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna sekaligus dampak positif terhadap ekonomi lokal.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, layanan tersebut kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas antarwilayah di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Probolinggo. Kehadiran layanan Commuter Line Supas sebagai moda transportasi yang terintegrasi, kini menjadi pilihan utama masyarakat di sekitar.

“Integrasi layanan hingga Probolinggo telah meningkatkan aksesibilitas masyarakat secara signifikan,” ujarnya.

Menurut data KAI Commuter, rata-rata pengguna harian pada Maret-April 2026 meningkat 26–55 persen dibanding Januari-Februari 2026. KA 453 relasi Surabaya-Probolinggo naik 59 persen menjadi 233 pengguna per hari, sementara KA 460 meningkat 55 persen menjadi 418 pengguna per hari.

“Kami melihat antusiasme yang sangat besar dari masyarakat Probolinggo dan sekitarnya. Ini mencerminkan kebutuhan tinggi akan transportasi publik yang efisien dan tepat waktu,” imbuh Karina.

KAI Commuter juga mencatat rata-rata pengguna di Stasiun Probolinggo mencapai 312 penumpang naik dan 293 turun pada hari kerja. Saat akhir pekan, jumlahnya meningkat menjadi 696 penumpang naik dan 480 turun.

Selain meningkatkan mobilitas, layanan ini turut mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stasiun, terutama sektor perdagangan, jasa, UMKM, dan pariwisata di Probolinggo.

Check Also

PLN UIT JBM Aksi Tanam Pohon di Jatigedong, Perkuat Program GI Andal 5

PLN UIT JBM Aksi Tanam Pohon di Jatigedong, Perkuat Program GI Andal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses