
Jakarta, (bisnisnasional.com) – Biaya penerapan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan terus meningkat seiring meluasnya penggunaan model frontier dan agentic AI. Perusahaan yang memperluas penggunaan AI dalam 18 bulan terakhir mulai menghadapi kenaikan konsumsi token, pembelian seat, hingga tagihan cloud.
Kondisi tersebut mendorong organisasi mencari strategi penerapan AI yang lebih efisien, salah satunya melalui pendekatan hybrid yang mengombinasikan komputasi lokal dan cloud. Untuk membantu perusahaan menghitung kebutuhan tersebut, AMD menghadirkan AMD Tokenomics Calculator yang membandingkan biaya penerapan AI melalui skenario cloud-only, lokal, dan hybrid.
AMD Tokenomics Calculator memodelkan total biaya kepemilikan (TCO) untuk periode satu hingga lima tahun, rata-rata biaya bulanan, titik break-even investasi hardware, serta rekomendasi konfigurasi perangkat AMD berdasarkan ukuran tim dan beban kerja.
Pada workload menengah, dengan sekitar 5,7 juta input token dan 574 ribu output token per pengguna per hari, simulasi 500 AMD AI PC dengan konfigurasi hybrid 50% lokal dan 50% cloud menunjukkan potensi penghematan tiga tahun sebesar 40–60% dibandingkan cloud-only, tergantung model cloud yang digunakan. Sementara penerapan sepenuhnya lokal dapat memberikan penghematan lebih tinggi, dengan titik impas yang umumnya tercapai dalam waktu kurang dari 24 bulan.
Pendekatan hybrid juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap biaya berbasis seat dan token. Aktivitas seperti drafting, summarizing, analisis, hingga pembuatan kode yang bersifat iteratif dapat dijalankan secara lokal menggunakan perangkat berbasis AMD Ryzen AI dan AMD Radeon, sehingga tidak mengonsumsi seat cloud maupun menambah penggunaan token.
Sementara itu, layanan cloud tetap dapat digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan model frontier, eksekusi prompt akhir, atau reasoning yang lebih kompleks. Dengan pola tersebut, perusahaan dapat memperluas akses AI kepada lebih banyak karyawan tanpa harus meningkatkan biaya lisensi cloud secara proporsional.
Bagi pemimpin TI dan keuangan, perkembangan ini menempatkan efisiensi dan keberlanjutan biaya sebagai bagian penting dari strategi AI perusahaan pada 2026. Kemajuan hardware dan model AI lokal membuat inferensi di perangkat semakin praktis untuk berbagai kebutuhan bisnis.
AMD mendorong perusahaan menggunakan Tokenomics Calculator untuk membandingkan skenario cloud, lokal, dan hybrid sebelum melakukan investasi. AMD menegaskan bahwa seluruh hasil kalkulator merupakan estimasi berdasarkan harga publik dan asumsi hardware yang dapat dikonfigurasi, sehingga hasil aktual dapat berbeda tergantung workload, konfigurasi perangkat, biaya listrik, serta harga yang dinegosiasikan.
.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini