Rengginang Legendaris Bu Yatin Borobudur Gurih Autentik, Jadi Buruan Wisatawan

Rengginang Legendaris Bu Yatin Borobudur Gurih Autentik, Jadi Buruan Wisatawan 1
Rengginang Legendaris Bu Yatin selalu ramai dipadati pengunjung dan wisatawan

Magelang, (bisnisnasional.com) – Berwisata ke kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, rasanya belum lengkap tanpa berburu buah tangan khas. Salah satu UMKM kuliner legendaris yang wajib dikunjungi adalah Sentra Rengginang Bu Yatin di Dusun Tingal Wetan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur berjarak hanya sekitar 2,9 kilometer dari kompleks candi.

​Dirintis sejak 1996 oleh Ibu Mutiah bersama mendiang suaminya, Bapak Suyatin, usaha rumahan ini tetap mempertahankan kualitas rasa hingga menembus pasar luar kota seperti Yogyakarta dan Jakarta sejak awal 2000-an.

​Keunggulan rengginang ini terletak pada metode tradisional yang dipertahankan, mulai dari pemilihan beras ketan putih berkualitas, pembumbuan, pencetakan manual di atas tampah bambu, hingga penjemuran langsung di bawah sinar matahari.

Rengginang Legendaris Bu Yatin Borobudur Gurih Autentik, Jadi Buruan Wisatawan 2
Proses setelah pengeringan/panggang rengginang yang sudah dicetak

​Tersedia berbagai varian camilan khas yang bisa dipilih wisatawan, di antaranya, ​Puyur, Legendar, Pegagan, Slondok Udang, Rengginang Glinding, ​Jet Kolet.

​Siti (45), salah satu karyawan produksi Sentra Rengginang Bu Yatin, menjelaskan bahwa tempat ini tidak hanya menjual camilan siap santap atau mentah untuk digoreng sendiri di rumah, tetapi juga berfungsi sebagai destinasi wisata edukasi.

​”Bahkan, pengunjung dipersilakan mencoba pengalaman membentuk adonan ketan secara langsung bersama warga setempat,” terang Siti.

​Dalam sehari, sentra ini membutuhkan rata-rata 100 kuintal ketan, dan jumlahnya bisa meningkat drastis saat musim liburan tiba. Didukung oleh sekitar 27 orang karyawan, operasional usaha ini dapat berjalan dengan lancar. Kendati demikian, tantangan tetap ada, terutama saat cuaca tidak bersahabat.

​”Di sini kendala itu saat musim hujan, karena rengginang-rengginang yang sudah dicetak kan dipanggang, lalu dijemur pada panas matahari. Kalau hujan ya kami oven agar hasilnya tetap maksimal,” imbuhnya.

​Bagi wisatawan yang ingin bernostalgia dengan kudapan tradisional berasa autentik sekaligus melihat langsung proses pembuatannya, Rengginang Bu Yatin di Wanurejo Borobudur tetap menjadi destinasi kuliner dan oleh-oleh yang sayang untuk dilewatkan.

Check Also

Prabowo Apresiasi TPAKD, Resmikan DNKK 6

Prabowo Apresiasi TPAKD, Resmikan DNKK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses