
Surabaya, (bisnisnasional.com) – Pelindo menyelenggarakan sosialisasi penerapan layanan tambahan berupa alat pemindai petikemas kepada anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur. Kegiatan berlangsung bertahap di Ruang Toba, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), pada 10 September untuk GINSI, 15 September untuk ALFI/ILFA, dan 16 September 2026 untuk GPEI. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme layanan pemindaian petikemas yang mendukung kelancaran proses pemeriksaan barang di kawasan pelabuhan.
Penerapan layanan alat pemindai petikemas merupakan bentuk dukungan Pelindo terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab negara melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam memastikan keamanan komoditas yang didistribusikan melalui pelabuhan, baik untuk kegiatan impor maupun ekspor. Kegiatan ini turut dihadiri pengurus dan anggota GINSI, ALFI/ILFA, dan GPEI Jawa Timur, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur. Dalam sosialisasi disampaikan prosedur operasional layanan pemindai petikemas, simulasi pelaksanaan yang melibatkan koordinasi dengan Bea Cukai, serta sesi diskusi dan tanya jawab.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa penerapan layanan alat pemindai petikemas tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan di pelabuhan, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengamanan barang yang keluar dan masuk melalui pelabuhan. “Melalui layanan ini, kami ingin mendukung upaya pemerintah, khususnya Bea Cukai, dalam memastikan keamanan komoditas yang didistribusikan melalui pelabuhan. Sosialisasi ini penting agar seluruh pengguna jasa memahami mekanisme layanan yang diterapkan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif, mendukung pengawasan, sekaligus menjaga kelancaran rantai pasok nasional,” ujarnya.
Layanan alat pemindai petikemas diharapkan dapat memperkuat aspek keamanan pemeriksaan melalui pemanfaatan teknologi sekaligus mendukung proses pelayanan yang lebih efektif dan efisien. Dengan pemahaman yang baik dari seluruh pengguna jasa dan sinergi antarinstansi, implementasi layanan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya sistem logistik yang aman, andal, dan berdaya saing.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini