Sampoerna Academy Dorong Siswa Berkarya Lewat Literasi

Sampoerna Academy Dorong Siswa Berkarya Lewat Literasi 1
(Dari kiri ke kanan) Maharsi Palupining Rini, National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Alicia Georgia Marcia Oscar, siswi Sampoerna Academy, Dra. Novelija, SH, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Aireen Angelie Effendy, siswi Sampoerna Academy, dan Martha Engeline Mahanani, Koordinator National Subject, Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, memperingati Hari Literasi Internasional ke-60 melalui Literacy Day 2026 dengan mengusung tema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity” di Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Surabaya, Jumat (11/9)

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Sampoerna Academy memperingati Hari Literasi Internasional ke-60 melalui Literacy Day 2026 bertema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity” di Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya. Kegiatan ini mengajak siswa memaknai literasi tidak sekadar sebagai kemampuan membaca, tetapi juga memahami berbagai perspektif, mengeksplorasi ide, serta mengolah pengetahuan menjadi karya. Momentum tersebut ditandai dengan peluncuran tiga buku karya siswa yang terinspirasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Langkah ini juga menjadi relevan di tengah hasil Asesmen Nasional 2025 yang mencatat proporsi siswa SD/MI mencapai kompetensi minimum literasi membaca sebesar 55,7 persen.

Maharsi Palupining Rini, National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya mengatakan, kemampuan literasi perlu dibangun melalui proses belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. “Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami, menginterpretasikan, dan memaknai apa yang dibaca.

“Dari situ, siswa dapat memperluas wawasan, melihat perspektif baru, dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan di sekitarnya,” ujar Palupi.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui kebiasaan “Gemar Belajar”, pembelajaran trilingual Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin, serta pendekatan STEAM dan 5C yang mencakup Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character.

Hasilnya, tiga karya siswa diluncurkan dalam Literacy Festival 2026, yakni “Minggu yang Menyenangkan” karya Alicia Georgia Marcia Oscar dengan ilustrasi Gwyneth Allison Supiyan dan Frances Eunice B.B. untuk tingkat Primary; serta “Panen Kekuatan Rahasia” karya Aireen Angelie Effendy dengan ilustrasi Cherish Annabelle Utomo dan Sumiko Nicoline Pricendra, dan “Di antara Ombak & Bisikan” karya Annabel Gladys Tjipto dengan ilustrasi Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer untuk tingkat Secondary.

Karya-karya tersebut merupakan hasil Writing Competition melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular, yang kemudian dikembangkan bersama guru melalui proses pengembangan ide, penulisan, dan revisi.

Komitmen Sampoerna Academy dalam memperluas budaya literasi juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya dengan menyerahkan buku karya siswa ke Perpustakaan Umum Surabaya dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Surabaya.

Budaya literasi membutuhkan ekosistem, di mana sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sekolah membangun proses belajar yang terstruktur, sementara perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber belajar sekaligus ruang bagi anak untuk bereksplorasi. Karena itu, karya siswa yang kami terima hari ini bukan sekadar menjadi koleksi, tetapi juga bagian dari ruang belajar yang dapat dibaca dan menginspirasi anak-anak lainnya.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga anak-anak tidak hanya memiliki kebiasaan membaca, tetapi juga mampu memahami, mengeksplorasi, dan berani menghasilkan karya,” ujar Dra. Novelija, S.H., Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk menumbuhkan kebiasaan belajar yang dapat dibawa siswa dalam perjalanan mereka ke depan.

“Kami berharap literasi dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan keberanian siswa untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru, sehingga mereka tumbuh sebagai pembelajar yang aktif dan mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menciptakan sesuatu yang bermakna,” tutup Palupi.

 

Check Also

Optimalkan Potensi Anak, Sampoerna Academy Perkuat Kolaborasi Orang Tua & Sekolah 5

Optimalkan Potensi Anak, Sampoerna Academy Perkuat Kolaborasi Orang Tua & Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses