
Jembrana, Bali, (bisnisnasional.com) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking proyek-proyek PLTS di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Tahap awal program mencakup 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah mempercepat swasembada energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo.
Sementara itu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, Program PLTS 100 GWp dikembangkan melalui delapan skenario, mulai dari PLTS skala besar, terapung, atap, wilayah 3T, hingga PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Program tersebut ditargetkan menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun, menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, serta mendorong investasi sekitar US$71,3 miliar.
“Saat ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional,” ujar Bahlil.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, PLN siap mendukung penuh percepatan Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, industri, dan masyarakat. PLN juga memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan infrastruktur pendukung agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi secara andal, aman, dan berkelanjutan.
“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.
Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) 3.300 MWh. Dari kapasitas tersebut, 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk.
“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi,” pungkas Darmawan.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini