
Bekasi, (bisnisnasional.com) – Komisi XII DPR RI mengapresiasi kinerja dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional. Apresiasi tersebut disampaikan saat Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke fasilitas pembangkit strategis tersebut di Bekasi, Jawa Barat.
PLTGU Muara Tawar dinilai memiliki peran krusial sebagai pembangkit cadangan bereaksi cepat (peaker) yang berfungsi menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya ketika terjadi gangguan sistem atau lonjakan beban pada sistem interkoneksi Jawa–Madura–Bali (Jamali).
Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menjelaskan keberadaan PLTGU Muara Tawar sangat vital sebagai pembangkit follower yang siap merespons dengan cepat saat sistem membutuhkan tambahan daya.
“PLTGU Muara Tawar ini sangat penting karena berfungsi sebagai catu daya cadangan ketika terjadi gangguan atau kondisi darurat. Pembangkit ini terbukti sangat andal, dikelola dengan tata kelola yang baik, serta telah menerapkan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance),” ujar Sugeng.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI Totok Daryanto menilai PLTGU Muara Tawar sebagai pembangkit strategis yang selalu siap menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk yang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan dampak perubahan iklim. Hal ini menjadi krusial mengingat wilayah layanan PLTGU Muara Tawar mencakup kawasan dengan kebutuhan listrik tertinggi nasional, yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga sebagian besar Pulau Jawa.
“Kesiapan pembangkit ini cukup baik, dengan tingkat keandalan mencapai sekitar 94 hingga 96 persen sepanjang tahun 2025. Berbagai kendala terkait potensi listrik padam dapat diantisipasi dengan baik melalui kesiapan unit dan sistem operasional yang solid,” ungkap Politisi Fraksi PAN tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa PLTGU Muara Tawar merupakan salah satu aset strategis PLN NP yang dioperasikan dengan mengedepankan keandalan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pembangkit ini dilengkapi dengan teknologi fast response gas turbine serta sistem pendukung yang memungkinkan pemulihan sistem secara cepat saat terjadi gangguan besar.
“Peningkatan performa pembangkit, termasuk PLTGU Muara Tawar, merupakan bukti nyata kapabilitas dan kompetensi SDM PLN Nusantara Power. Hal ini menunjukkan kesiapan PLN Nusantara Power untuk berkontribusi tidak hanya pada pembangkit milik sendiri, tetapi juga dalam meningkatkan kinerja pembangkit swasta, demi mewujudkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan’, ujar Ruly.
PLTGU Muara Tawar memiliki total kapasitas terpasang lebih dari 2.559 MW dan terhubung ke sistem transmisi 500 kV, menjadikannya salah satu tulang punggung pengamanan sistem kelistrikan nasional, terutama di Jabodetabek. Dengan performa operasional yang konsisten dan dukungan SDM yang kompeten, pembangkit ini terus diandalkan sebagai penopang keandalan listrik di wilayah dengan beban tertinggi di Indonesia.
Keunggulan PLTGU Muara Tawar antara lain terletak pada teknologi gas turbine fast response yang memungkinkan pembangkit beroperasi secara cepat saat terjadi lonjakan beban. Selain itu, fasilitas CNG Plant yang dimiliki PLTGU Muara Tawar berperan penting dalam mendukung pemulihan sistem Jamali apabila terjadi kondisi darurat seperti blackout. Dari sisi kinerja operasional, PLTGU Muara Tawar secara konsisten mempertahankan tingkat kesiapan unit di atas 90 persen, sesuai dengan standar internasional North American Electric Reliability Corporation (NERC).
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini