TPAKD DIY-Jatim Tinjau Sukses Tekan Rentenir di Bendung

TPAKD DIY-Jatim Tinjau Sukses Tekan Rentenir di Bendung 1
Ki-Ka : Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto, Lurah Kalurahan Bendung, Didik Rubiyanto serta Plt. Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran

Gunungkidul, (bisnisnasional.com) – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama rombongan dari Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Rabu (28/10).

Kunjungan ini bertujuan meninjau program Penguatan Ekosektor Keuangan Inklusif pada Ekonomi Produktif di Desa Lumbung Mataraman yang sukses menekan praktik rentenir hingga hampir tidak ada serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan slogan “Nandur apa sing dipangan, mangan apa sing ditandur”.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang berhasil mengoptimalkan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah dengan tantangan alam kering ekstrem. Program serupa juga dikembangkan di empat desa lainnya yakni Giripeni, Pukirsari, dan Blagaharjo.

“Kami berharap kunjungan dari Pak Horas beserta rombongan ini dapat memberikan gambaran mengenai praktik pengembangan ekosistem keuangan inklusif yang telah dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta ini, sehingga dapat menjadi inspirasi untuk pengembangan program di wilayah Jawa Timur,” ujar Eko.

TPAKD DIY-Jatim Tinjau Sukses Tekan Rentenir di Bendung 2
Lurah Kalurahan Bendung, Didik Rubiyanto memberikan presentasi kepada rekan media dan OJK Surabaya

Lurah Kalurahan Bendung, Didik Rubiyanto mengungkapkan bahwa desanya dulunya merupakan wilayah tertinggal dan miskin yang diwarnai maraknya aktivitas rentenir pada periode 2016–2017. Berkat koordinasi tegas dengan RT/RW, OJK, BI, dan Polda, praktik rentenir berhasil ditekan drastis hingga tersisa 0,09%. Namun pelarangan saja tidak cukup tanpa solusi ekonomi, mengingat kondisi geografis yang kering, tandus, sulit air, serta SDM yang rendah.

Sejak 2018–2019, pamong desa memprioritaskan pembangunan ekonomi berbasis pertanian melalui pelatihan pembuatan pupuk organik, Biosaka, dan lomba pemanfaatan pekarangan yang meraih juara 1 tingkat DIY. Puncaknya pada 2022, Gubernur menetapkan Kalurahan Bendung sebagai Desa Mandiri Pangan dengan mengelola Lumbung Mataraman di lahan kas desa seluas sekitar 1,4 hektar menggunakan konsep integrated farming. Kawasan ini kini menjadi wahana edukasi wisata pertanian mandiri yang dikolaborasikan dengan BUMDes, Karang Taruna, dan lembaga perbankan.

Sementara itu Plt. Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia menekankan pentingnya sinergi OJK, Bank Indonesia, pemerintah, hingga tingkat kelurahan dalam membangun perekonomian desa sesuai amanah undang-undang.

“Seperti yang dipaparkan oleh Bapak Lurah itu betul-betul faktual dan memang sudah kita lihat sendiri, mudah-mudahan nanti ini bisa jadi informasi dan pembanding bagi kami juga untuk bisa menerapkan program-program seperti ini di Provinsi Jawa Timur,” tutup Horas.

Check Also

Rengginang Legendaris Bu Yatin Borobudur Gurih Autentik, Jadi Buruan Wisatawan 6

Rengginang Legendaris Bu Yatin Borobudur Gurih Autentik, Jadi Buruan Wisatawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses