
Magetan, (bisnisnasional.com) – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu fokus program adalah meningkatkan peran perempuan melalui pelibatan puluhan Kader PKK dalam pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIT JBM, Agustin Kusmawati mengatakan, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan mulai dari tingkat keluarga hingga masyarakat. Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan, karena perempuan tidak hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga dapat menjadi penggerak di lingkungan masyarakat.
“Mulai dari edukasi dan komunikasi keluarga, pendataan kebutuhan warga, pengelolaan dapur umum, penyediaan logistik, hingga memastikan kebutuhan khusus perempuan, anak, lansia dan kelompok rentan tetap terpenuhi,” ungkapnya.
Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat melalui sharing knowledge.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mitigasi bencana serta mengikuti simulasi tanggap darurat, meliputi penanganan karhutla, kebakaran skala kecil, penyediaan dapur umum, hingga penyiapan tas siaga bencana.
Sekretaris BPBD Kabupaten Magetan, Ardian Hari Nugroho, mengapresiasi dukungan PLN. Menurutnya kunci dari ketangguhan kebencanaan adalah kepedulian, gotong royong dan kesadaran kolektif dari warga. Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan sarana dan prasarana dalam membangun kesiapsiagaan bencana di Desa Sumbersawit,” ungkap Ardian.
Camat Sidorejo, Budi Andriana, juga menilai bantuan tersebut tepat sasaran mengingat Sumbersawit memiliki potensi bencana lebih tinggi dibanding desa di sekitarnya.
GM PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja menegaskan bahwa ketangguhan desa membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk perempuan. Pihaknya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan simulasi saja, tetapi dapat menjadi bagian dari budaya kesiapsiagaan masyarakat Desa Sumbersawit.
“Keterlibatan perempuan melalui Ibu-Ibu PKK menjadi bagian penting karena ketangguhan masyarakat juga dibangun dari ketangguhan keluarga,” ungkap Ika.
Ia menambahkan, kolaborasi PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Desa Sumbersawit agar semakin tangguh, inklusif, dan siap menghadapi risiko bencana.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini