
Jakarta, (bisnisnaaional.com) – Kecerdasan buatan (AI) memasuki fase baru, dari sekadar memahami dan mengolah informasi menuju kemampuan berinteraksi dengan dunia fisik. Teknologi ini memungkinkan robot bekerja bersama manusia, kendaraan otonom merespons lingkungan, serta sistem medis dan infrastruktur cerdas mengambil keputusan secara real-time. Perubahan ini menandai pergeseran dari AI yang berfokus pada produktivitas digital menuju physical AI yang mampu merasakan, memutuskan, dan bertindak.
Berbeda dengan AI berbasis cloud, physical AI membutuhkan respons real-time, perilaku deterministik, functional safety, serta efisiensi daya dan termal. Robot di lantai pabrik dan kendaraan otonom tidak dapat bergantung pada konektivitas atau menoleransi keterlambatan keputusan. Karena itu, pengembangan physical AI bukan hanya persoalan menciptakan model yang lebih cerdas, tetapi juga membangun sistem yang mampu beroperasi secara aman, andal, dan konsisten di dunia nyata.
Sistem physical AI membutuhkan komputasi heterogen, dengan berbagai prosesor yang menjalankan fungsi berbeda. CPU dan GPU menangani penalaran serta persepsi kompleks, sementara NPU dan Adaptive SoC mendukung pemrosesan berlatensi rendah dan hemat daya. FPGA berperan dalam kontrol sensor dan aktuator yang presisi. Seluruh komponen tersebut bekerja bersama dalam alur dari sensing, inferensi, perencanaan, hingga tindakan fisik.
Menurut AMD, perkembangan physical AI sejalan dengan pengalaman perusahaan dalam embedded computing untuk sektor otomotif, otomasi industri, kesehatan, telekomunikasi, dan kedirgantaraan. AMD juga memperluas ekosistem melalui AMD Robotics Partner Network dan AMD Kria AI Solutions, yang ditujukan untuk membantu pelanggan mengembangkan sistem dari tahap prototipe hingga produksi. Pengembangan ini mencakup lebih dari sekadar silikon, termasuk software robotika, sensor, simulasi, dan validasi
.Physical AI berpotensi berperan penting dalam menghadapi tantangan produktivitas dan perubahan demografis, termasuk di Indonesia yang memiliki sektor manufaktur serta kebutuhan otomasi industri yang berkembang. Teknologi ini dapat mendukung efisiensi, daya saing, dan ketahanan ekonomi melalui sistem yang mampu bekerja secara cerdas dan aman. AMD menilai dekade AI berikutnya akan ditentukan tidak hanya oleh kemampuan sistem dalam memahami informasi, tetapi juga oleh kemampuannya untuk bertindak di dunia nyata.
.
Bisnis Nasional Update Informasi Terkini