TTL Catat Throughput 1,2 Juta TEUs, Tumbuh 13%

TTL Catat Throughput 1,2 Juta TEUs, Tumbuh 13% 1

Surabaya, (bisnisnasional.com) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group mencatat arus petikemas sebesar 1.205.540 TEUs selama Januari–Mei 2026, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini memperkuat peran TTL sebagai penggerak rantai pasok nasional sekaligus mendukung posisi Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan Indonesia bagian timur dan hub logistik yang semakin terhubung dengan jaringan global.

Pertumbuhan terbesar berasal dari Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong yang membukukan throughput 448.966 TEUs atau naik 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong lonjakan arus petikemas internasional yang mencapai 238.282 TEUs, meningkat 91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini ditopang oleh layanan terhadap 15 kapal petikemas internasional adhoc sepanjang Januari–Mei 2026, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran global terhadap kualitas layanan dan produktivitas terminal.

Kinerja positif juga ditunjukkan TPK Nilam yang mencatat throughput 221.807 TEUs atau tumbuh 20% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong implementasi program Express Anchorage Zone Service (EAZI) hasil sinergi PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak dalam optimalisasi Penataan Zona Labuh 2 Surabaya. Sementara itu, TPK Berlian mencatat throughput 534.767 TEUs, meningkat 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung pertumbuhan distribusi petikemas domestik ke berbagai wilayah Indonesia timur.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi operasional yang mengedepankan keselamatan, efisiensi, digitalisasi, dan pelayanan pelanggan. “Pertumbuhan kinerja hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa strategi operasional yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Melalui optimalisasi layanan kapal melalui program EAZI, peningkatan keandalan peralatan, penerapan planning & control yang disiplin, transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan kerja, kami berhasil meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan. Kepercayaan yang terus meningkat dari perusahaan pelayaran internasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan terminal yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keunggulan operasional, TTL terus memperkuat budaya keselamatan melalui Safety Improvement Program, termasuk penerapan Safety Induction, Minimum Safety Requirement, dan Terminal Sterilization. Memasuki semester II 2026, TTL optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta perluasan konektivitas pelayaran domestik dan internasional guna mendukung efisiensi rantai pasok dan daya saing logistik nasional.

Check Also

Kredit Jatim Rp628,02 Triliun, DPK Tembus Rp840,77 Triliun 5

Kredit Jatim Rp628,02 Triliun, DPK Tembus Rp840,77 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses