Iklan Baris Anda
Home / Ekonomi Bisnis / Prediksi Natal dan Tahun Baru : Avtur Mengingkat 3 Persen,Pertamax 4 Persen

Prediksi Natal dan Tahun Baru : Avtur Mengingkat 3 Persen,Pertamax 4 Persen

Prediksi Natal dan Tahun Baru : Avtur Mengingkat 3 Persen,Pertamax 4 Persen 1

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Dalam menyambut libur panjang memperingati Natal dan Tahun Baru 2018, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas mulai 18 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018 dalam mengamankan pasokan BBM yang diprediksi mengalami peningkatan khususnya Pertamax dan Avtur.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region V, Ibnu Chouldum menjelaskan, Pertamina siap sediakan pasokan Avtur BBM dan LPG baik yang subsidi maupun non subsidi. Diman setiap Natal dan tahun baru terjadi peningkatan. Untuk itu, keamanan pun disiapkan.

“Guna mengantisipasi lonjakan dan persediaan pasokan, kami sudah membuka posko Satgas Natal dan Tahun Baru di beberapa lokasi, termasuk untuk LPG itu ada Pangkalan Siaga dan Agen Siaga. Untuk BBM kami akan pasok 24 jam,” katanya.

Tim Satgas ini berperan khusus dalam memantau penyaluran BBM dan LPG. Mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya, hingga pemantauan kondisi di lapangan. Sehingga ketersediaan BBM dan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi.

“Fokus penambahan pasokan lebih pada daerah wisata. Beberapa yang difokuskan adalah, Batu Malang, bromo, Surabaya, Banyuwangi, Lamogan dan Tretes. Sementara di Bali agak sedikit merosot karena terkena dampak gunung agung,” jelasnya.

Bahkan pihaknya menyiapkan kantong-kantong BBM, serta kios-kios di jalan jalan tol yang baru. Dan di Malang itu khusus kita menyiapkan mobil dengan dispenser untuk antisipasi. Kantong-kantong itu biasanya satu kantong 16-24 KL untuk antisipasi kalau jalan macet, yang sudah stand by di dekat lokasi.

Ia menambahkan, untuk Avtur yang biasanya normal 2200 KL hingga 2400 KL meningkat 3 persen. Sementara penjualan Pertamax juga diprediksi akan naik sebesar 4 persen. Dari normalnya 1100 menjadi 1200.

“Ditanya terkait penurunan wisata ke Bali yang berdampak pada penggunan Avtur, Bali drop 35 persen. Dampak dari menurunnya penerbangan, untuk Bandara Juanda diprediksi dari normal 1400 KL menjadi 1600 KL,” Pungkasnya. (nisa)

Check Also

Pengembangan Kota-Kota Di Luar Pulau Jawa Tingkatkan Pemerataan Pembangunan

Jakarta, (bisnisnasional.com) – Dalam rangka mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah mendukung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.