Iklan Baris Anda

Masih dalam Program “Ramadhan di Rumah Saja” Indosiar

Masih dalam Program "Ramadhan di Rumah Saja" Indosiar 1

Jakarta, (bisnisnasional.com) – Program “Ramadan di Rumah Saja” setia hadir mewarnai waktu malam pemirsa Indosiar setiap hari pukul 22.30 WIB. Gilang Dirga bersama Keluarga Ambyar yang terdiri dari Soimah, Irfan Hakim, Rara LIDA dan Jirayut menghibur pemirsa dengan tetap menebar kebaikan melalui segmen “Indonesia Mengaji”.

Malam hari tadi (12/5) pemirsa Indosiar diajak bersama-sama untuk membacakan lafadz Basmallah yang baik dan benar dibimbing oleh Ustadz Nasrullah. Tiga Qoriah asal tiga provinsi juga tampil membacakan surat bertema “Waktu Mustajab Untuk Berdoa”.

Dani (Sumatera Barat) tampil sebagai Qoriah pertama yang membacakan surat Al Isra ayat 78-80. “Suara Dani Rancak Bana”, puji Irfan Hakim. Qoriah selanjutnya adalah Dini (Jateng) dengan surat Ali Imran ayat 16-18. Dini yang sebelumnya sempat mengikut audisi ajang pencarian bakat D’Academy 4 buktikan kemampuan mengajinya dengan suara yang merdu.

Nadita (Kalimantan Timur) tampil sebagai Qoriah terakhir yang membacakan surat Al Muzammil ayat 20. Nadita bersama dengan Hari LIDA mengajak pemirsa Indosiar untuk bersenandung Shalawat Nabi Muhammad SAW.

Setelah melewati proses penilaian, Dewan Juri menetapkan Dani (Sumatera Barat) sebagai Qoriah Terbaik 1 malam tadi dan melaju ke babak selanjutnya. Ustadzah Mumpuni menutup program “Ramadan di Rumah Saja” dengan tausiyah yang berisi pesan sangat berharga yakni “Jadikan doa dan usaha sebagai penolong di dunia dan di akhirat. Mari sama-sama produktif di masa social distancing saat ini”, tutup Ustadzah Mumpuni.

Memasuki waktu sahur, program “Beraksi di Rumah Saja” yang tayang setiap hari sejak pukul 02.00 WIB dini hari dipandu oleh Ramzi, Abdel, dan Lesti DA. Tiga peserta yakni Ulin (Cilacap), Doni Dion (Bekasi), dan Ozan (Tangerang) menjadi peserta terakhir yang tampil di babak Top 15 Beraksi di Rumah Saja.

Lewat judul tausiyah “Pesan Corona yang Sangat Bermakna”, Ozan (Tangerang) mendapat pujian dari Ustadz Solmed. “Saya selalu senang dengan sulap-sulap yang ditampilkan Ustad Ozan. Kali ini analogi sulapnya luar biasa.

Analogi yang bisa menjadi gambaran bahwa manusia memang kecil di mata Allah SWT”, puji Ustadz Solmed.
Keberuntungan pun berpihak pada Ozan (Tangerang). Walaupun akumulasi perolehan nilai dari Dewan Juri dan polling pemirsa menetapkan Ozan berada di posisi terakhir.

Namun Ozan (Tangerang) beruntung mendapatkan wild card sehingga berhasil melaju ke babak Top 12 Beraksi Di Rumah Saja.

Kedua belas ustadz terbaik telah terbagi menjadi empat klotter yakni Klotter Ar Rahman yakni Il Al (Garut), Tamami (Jakarta), dan Wardi (Nusa Tenggara Timur). Selanjutnya Klotter Ar Rahim yakni Hafidz (Banten), Hari (Purwokerto), dan Novri (Riau).

Sementara Doni Dion (Bekasi), Ozan (Tangerang), dan Suwandi (Riau) berada di Klotter Al Malik serta Mumuy (Lampung), Ulin (Cilacap), dan Zaki (Jakarta) berada di Klotter Al Quddus. Kompetisi dipastikan akan semakin sengit dengan tausyiah yang kaya akan pesan moral sesuai dengan akidah Islam. (indra)

Check Also

Cenderamata khas Surabaya, bisa dibeli online. 5

Cenderamata khas Surabaya, bisa dibeli online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.