Iklan Baris Anda
Home / Gaya Hidup / LPAI, Combantrin, Beserta Pemerintah NTB Perluas Gerakan #JamMainKita

LPAI, Combantrin, Beserta Pemerintah NTB Perluas Gerakan #JamMainKita

LPAI, Combantrin, Beserta Pemerintah NTB Perluas Gerakan #JamMainKita 1

Mataram, (bisnisnasional.com) – Untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia,PT Johnson & Johnson Indonesia memperkuat komitmennya melalui salah satu produk unggulannya,yakni COMBANTRIN. Tahun ini, COMBANTRIN bersama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) memperluas keberlanjutan gerakan #JamMainKita melalui rangkaian kegiatan di sejumlah provinsi di Indonesia dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah pertama penyelenggaraan program perluasan tersebut.

#JamMainKita merupakan gerakan sosial yang bertujuan mendorong anak-anak Indonesia untuk aktif bermain di luar ruang bersama keluarga tanpa rasa khawatir terkena infeksi cacing. Gerakan ini telah dicanangkan pada tanggal 25 Maret 2018 di Jakarta, dan mendapatkan dukungan penuh dari Presiden RI, Joko Widodo.

Sejumlah menteri berikut jajarannya dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut mendukung dan terlibat secara langsung dalam pada pelaksanaan gerakan #JamMainKita dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 4 Mei 2018 lalu.

Lebih dari 1.000 masyarakat yang terdiri dari anak-anak, orangtua, guru dan pegiat pendidikan serta pemerhati anak, memenuhi pelataran Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk berpartisipasi dalam program #JamMainKita.

LPAI, Combantrin, Beserta Pemerintah NTB Perluas Gerakan #JamMainKita 2

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. Ms.C, mengatakan, Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat dengan bangga ikut mendukung gerakan #JamMainKita.

“Sebagai seorang pemimpin daerah dan juga orangtua, saya menaruh harapan dan melihat visi yang besar dari Johnson & Johnson Indonesia dan LPAI dalam mendorong anak-anak untuk aktif bermain di luar ruang bersama teman dan keluarga. Terlebih lagi jika anak-anak diperkenalkan dengan permainan tradisional, sehingga warisan budaya bangsa dapat terus dilestarikan,”tuturnya.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli mendatang, Zulkieflimasyah menyerukan kepada orangtua untuk selalu mendampingi putra-putri mereka.

“Anak-anak sangat membutuhkan perhatian orang tua dalam segala hal, termasuk dalam bermain permainan tradisional yang sangat sederhana tapi menyenangkan. Selain itu, banyak kebaikan yang didapat dari kegiatan tersebut, antara lain mendukung perkembangan psiko-motorik, kesehatan fisik dan mental, memperkuat daya tahan tubuh, serta perkembangan sejumlah aspek psikologis. Untuk itu, mari luangkan waktu untuk bermain bersama anak sambil melestarikan budaya kita,”tambahnya.

Sementara itu, Country Leader of Communication & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne mengatakan, Perkembangan zaman dan tuntutan hidup membuat banyak keluarga di Indonesia mempunyai waktu kebersamaan yang semakin sedikit. Bersamaan dengan hal tersebut, perkembangan teknologi juga membuat baik orangtua maupun anak mengandalkan gawai dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

“Tidak sedikit juga orangtua yang lebih memilih dan merasa aman jika anak-anak bermain di dalam rumah daripada bermain di luar, karena berbagai alasan. Kondisi ini merubah pemahaman anak tentang bermain dan teman bermainnya. Inilah yang menjadi perhatian dari COMBANTRIN, bahwa bermain di luar ruangan bersama anak dapat memberikan manfaat penting bagi anak dan orangtua, dimana keluarga dapat mempererat ikatan emosional sehingga mendukung perkembangan psikologis anak, menumbuhkan kreativitas, moral, dan kerjasama, tanpa khawatir terkena infeksi kecacingan,”jelasnya.

Terkait dengan hal tersebut, Brand Manager COMBANTRIN, Mitchelle S. Putra mengatakan, selama ini salah satu alasan orangtua melarang anak bermain di luar rumah adalah karena khawatir anak akan terkena kecacingan, padahal bermain di luar bukanlah penyebab utama kecacingan.

“Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, antara lain dengan rajin mencuci tangan dan rutin mengonsumsi obat cacing setiap enam bulan sekali,”katanya.

Kecacingan masih menjadi permasalahan yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan data WHO pada tahun 2016, sekitar 55 juta anak Indonesia masih berisiko menderita penyakit kecacingan atau biasa disebut cacingan, dan membutuhkan pengobatan pencegahan infeksi cacingan.

LPAI, Combantrin, Beserta Pemerintah NTB Perluas Gerakan #JamMainKita 3

Pada kesempatan yang sama, Ketua LPAI Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. mengatakan, Indonesia sejatinya mempunyai banyak warisan budaya melalui permainan tradisional. LPAI mempunyai harapan dan visi besar terkait kepentingan terbaik untuk anak. LPAI mengajak sebanyak mungkin individu, masyarakat dan instansi untuk bersama-sama memberikan hak anak, salah satunya yaitu bermain dan bergembira di luar ruang, tanpa ada kekhawatiran.

“Untuk itulah, LPAI bekerja sama dengan Johnson & Johnson Indonesia untuk melakukan sosialisasi permainan tradisional dalam gerakan #JamMainKita yang dapat mengajarkan banyak hal positif, termasuk melatih kemampuan eskplorasi sekaligus melestarikan nilai budaya dan tradisi daerah yang menjadi kekayaan bangsa kita,”imbuhnya.

Sejalan dengan komitmen terhadap gerakan sosial #JamMainKita, LPAI kemarin (17/7) telah melakukan serangkaian kegiatan pendukung, berupa kegiatan sosialisasi bersama para ibu PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua, para ibu khususnya, untuk mendorong aktivitas bermain anak-anak di luar bersama keluarga, serta mengantisipasi semakin tingginya penggunaan gawai oleh anak-anak. (indra)

 

 

Check Also

Memiliki Kesamaan Konsep dan Target, Logitech Ajak Alex[a]lexa Berkolaborasi 7

Memiliki Kesamaan Konsep dan Target, Logitech Ajak Alex[a]lexa Berkolaborasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.