Iklan Baris Anda
Home / Ekonomi Bisnis / Kontribusi Penjualan Camel Active 35 persen di Surabaya

Kontribusi Penjualan Camel Active 35 persen di Surabaya

Kontribusi Penjualan Camel Active 35 persen di Surabaya 1

Surabaya, (bisnisnasional.com) – Sebagai salah satu brand asal Jerman, Camal Active menjadi salah satu favorit masyarakat Surabaya. Pasalnya, pasar terbesar ada di Surabaya. 30 hingga 35 persen kontribusi Surabaya terhadap penjualan. Disusul Jabodetabek dan Bandung sebagai top tri penjualan terbesar di Indonesia dari beberapa kota lainnya seperti Jakarta, Medan, Solo, Balikpapan, Samarinda dan Bali.

Brand Manager PT Larrie Indonesia, Emmy Hasmida mengatakan, Surabaya menjadi nomer satu pasar Camel Active dengan penjualan di seluruh depatore Sogo di Surabaya. Pada kali ini, Brand Camel Active dan Larrie hadir dalam kegiatan Fun and Comfort Walk di Sogo depstore Plaza Tunjungan 4 lantai 4 sebagai bagian dari pangenalan produk terbaru dan program promo untuk customer.

“Target kami adalah konsumen usia 25 tahun hingga 40. Dengan menyasar konsumen aktif, mereka yang penuh banyak kegiatan dan konsumen muda yang suka tantangan. Karena DNA Camel Active adalah outdoor,” jelasnya.

Hadir pada 2015, Camel Active menargetkan untuk melakukan ekspansi pada tahun depan dengan membuka store dibeberapa tempat. Dimana Sogo ada pasti ada Camel Active. Saat ini hampir 58 outlet di Indonesia. Dan tahun depan ada 5 outlet yang akan dibuka.

Produk yang masih impor ini berbahan dasar kulit sapi muda, karena halus dan nyaman dipakai meski dari luar terlihat kaku dan keras namun didalamnya lembut sehingga memakainya pun jadi nyaman. Tidak hanya itu, Emmy menuturkan jika perawatannya cukup mudah, dengan menyemprotkan cairan sebelum dipakai maka seperti baru lagi.

“Sebelum dipakai disemprotkan dulu cairan obat khusus untuk membersihkan sepatu Camel Active. Dan besok sudah bisa dipakai. Water resisten namanya, jadi jika kena air atau apa saja tidak masuk kedalam. Untuk proses penyerapan minimal semalam, jika disemprot lalu dipakai maka tidak akan ngefek. Semprot pada jarak 30 cm disekelilingnya. Obat ini akan melapisi kulit yan paling atas,” katanya sambil memperagakan.

Pada kegiatan malam tadi, hadir pula 2 orang customer loyal. Dia adalah Setiawan dan Respationo Budi. Keduanya suka membeli produk Camel Active, dari sepatu, ikat pinggang maupun lainnya. Seperti yang diutarakan Setiawan.

“Kebutuhan kerja saya yang outdoor banyak menggunakan Camel Active. Karena sangat fungsional. Sepatu yang saya pakai tahan sampai 3 tahun dengan pemakaian sering. Atau tepatnya 4 tahun belum rusak. Perawatan cukup dilap saja biasanya, dilap sedikit sudah bersih kembali. Untuk warna, cukup lama berapa tahun ya… Yang jelas sangat lama,” paparnya.

Meski terbilang tidak murah, namun ketahanannya menjadi salah satu alasan Setiawan untuk memilih Camel Active. Hal senada juga diutarakan Respationo Budi, salah satu customer yang bekerja di pelabuhan ini mengaku cukup lama dalam pemakaian. “Sepatu yang saya pakai ini saya beli pertama pada 2014. Sejak itu saya berpindah hati ke Camel Active.

“Karena saya perlu sepatu kuat, tahan disegala medan seperti jalanan licin dan fleksibel dalam memakainya. Jadi saya tidak melirik yang lain,” aku Respationo.

Kontribusi Penjualan Camel Active 35 persen di Surabaya 2

Ditambahkan Emmy, selain koleksi untuk kaum lelaki. Koleksi Camel Active juga untuk ladies. “Seperti sepatu yang saya pakai ini bukan sepatu cowok namun ini sepatu cewek yang sporty,” pungkasnya. (nisa)

 

Foto : indra

Check Also

Pengembangan Kota-Kota Di Luar Pulau Jawa Tingkatkan Pemerataan Pembangunan

Jakarta, (bisnisnasional.com) – Dalam rangka mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah mendukung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.